LAMONGAN, iNews.id – Sebanyak 19 buruh pabrik PT Bumi Menara Internusa (BMI) di Kabupaten Lamongan dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan gas. Mereka mengalami sesak napas akut dan lemas, Jumat (5/6/2026).
Insiden keracunan massal di lingkungan kerja ini diduga kebocoran gas kimia berbahaya yang terjadi di dalam ruang produksi perusahaan tersebut.
Para pekerja yang menjadi korban langsung dievakuasi dan kini tengah menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Nashrul Ummah, Lamongan. Selain mengeluhkan sesak napas dan kondisi tubuh yang lemas, sejumlah korban juga dilaporkan mengalami gejala pusing berat, mata perih beraer, hingga iritasi pada saluran pernapasan.
Humas RSI Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti menjelaskan, pihak rumah sakit menerima para pasien yang merupakan karyawan aktif PT BMI setelah mereka sebelumnya sempat mendapatkan penanganan darurat awal di klinik internal perusahaan.
Baca Juga:53 Kasus Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi di Jateng, 60 Orang Ditetapkan Tersangka"Berdasarkan keterangan dari tim dokter medis serta pengakuan dari para karyawan yang sadar, diduga kuat telah terjadi kebocoran gas di bagian ruang produksi. Dampak dari menghirup gas misterius tersebut, para pekerja langsung mengeluhkan mata perih, beraer, tenggorokan kering, hingga sesak napas," ungkap Irmayanti.
Pihak rumah sakit merincikan, dari total 19 pekerja yang mendapatkan perawatan medis di IGD, enam orang di antaranya terpaksa harus menjalani rawat inap.
Langkah opname ini diambil lantaran kondisi fisik keenam korban dinilai masih sangat lemah dan memerlukan observasi medis serta bantuan oksigen lebih lanjut. Sementara itu, 13 pekerja lainnya yang kondisinya kian stabil sudah diperbolehkan untuk menjalani rawat jalan.
Di sisi lain, jajaran kepolisian dari Polsek Deket bersama tim identifikasi Polres Lamongan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area pabrik PT BMI.
Kapolsek Deket, AKP Akhmad Khusen mengatakan, hingga saat ini jenis gas yang diduga bocor maupun pemicu pasti dari kelalaian teknis tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian dan instansi ketenagakerjaan terkait. Garis polisi pun telah dipasang di lokasi kejadian guna kepentingan sterilisasi pengusutan kasus.
#jatim




