Jambi: Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menerjunkan tim ke lapangan untuk menelusuri laporan masyarakat mengenai kemunculan harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di wilayah Desa Ujung Ladang, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.
"Kemarin (4 Juni) kami sudah turunkan tim untuk cek lokasi. Informasi dari beberapa masyarakat menyebutkan mereka melihat harimau melintas di dekat ladang mereka," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS, David, di Kerinci, seperti dilansir Antara, Jumat, 5 Juni 2026.
David menambahkan ketika tiba di lokasi yang dimaksud, petugas tidak menemukan bukti berupa jejak harimau seperti yang dilaporkan oleh warga setempat.
Sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut, pihak BBTNKS telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi. Kedua instansi akan melakukan pemeriksaan bersama di area yang diduga menjadi lokasi lintasan satwa liar tersebut.
Baca Juga :
Warga Gayo Lues Diserang Harimau, BKSDA Pasang Kamera Jebak
Demi menjaga keselamatan bersama, ia meminta masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi untuk sementara waktu mengurangi kegiatan berladang.
Namun, apabila warga tetap harus melakukan aktivitas tersebut, ia mengimbau agar tidak pergi seorang diri. Kegiatan berladang sebaiknya dikerjakan secara beramai-ramai atau dalam kelompok yang terdiri dari minimal dua orang atau lebih.
Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan waktu beraktivitas. Warga diimbau pulang sebelum sore hari atau sebelum kondisi mulai gelap.
Ilustrasi: Harimau Sumatera masuk kandang jebak di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. ANTARA/HO-Dok Warga
Sebagai langkah antisipasi tambahan, warga diharapkan selalu membawa benda-benda yang dapat menghasilkan suara atau bunyi-bunyian saat berada di ladang.
"Mudah-mudahan harimau tersebut hanya melintas saja karena informasi yang didapat pada saat kejadian juga ada rombongan babi hutan yang lewat," tutupnya.




