Telkomsel Perkuat Komitmen ESG, Limbah Kartu Perdana Disulap Jadi Paving Block

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Jumat (5/6), Telkomsel mempertegas komitmen bisnis berkelanjutan melalui integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satunya dengan menciptakan inovasi daur ulang limbah kartu perdana plastik menjadi produk pavement blocks (paving block).

Dalam konferensi pers bertajuk "Telkomsel IMPACT IN 2025: Empowering Future Generations" yang digelar di Jakarta, Jumat (5/6), Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F. M. Hendropriyono; Direktur Utama Telkomsel, Nugroho; dan Direktur Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, melakukan penanaman dan penyiraman 3 pohon sebagai simbol aksi nyata dari implementasi ESG. Salah satu yang ditanam adalah pohon berjenis trembes, yang diketahui memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap air serta menyerap puluhan ton gas karbon dioksida.

Adapun komitmen penciptaan dampak bermakna ini diterjemahkan ke dalam tiga pilar fokus keberlanjutan perusahaan: Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

Melalui pilar Jaga Cita, Telkomsel fokus memperluas akses ekonomi digital bagi talenta Indonesia. Sepanjang tahun 2025, perusahaan melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C. Operasional ini didukung oleh lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk penjangkauan di lebih dari 360 desa blank spot.

Telkomsel juga aktif membina sekitar 90 ribu pelajar, UMKM, komunitas, serta talenta muda melalui program sosial digital. Di saat yang sama, kapabilitas tenaga kerja internal diperkuat pada keahlian kritikal seperti AI, cybersecurity, dan data science.

Pada pilar Jaga Data, Telkomsel memperkuat tata kelola keamanan informasi demi menjaga kepercayaan pelanggan. Langkah perlindungan data dan siber andal ini diimplementasikan melalui sistem manajemen berstandar internasional ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.

Sementara pada pilar Jaga Bumi, Telkomsel meminimalkan jejak karbon melalui operasional ramah lingkungan dan menjaga ketahanan aset fisik: seperti BTS, TTC, hingga gedung operasional, dari ancaman perubahan iklim.

Inovasi pengolahan limbah dan energi terbarukan

Dalam menekan emisi, Telkomsel mengoperasikan 361 BTS yang memanfaatkan energi terbarukan berupa panel surya (solar panel) dan mikrohidro. Perusahaan juga sukses mengelola 100% limbah elektronik melalui skema recycle, reuse, atau refurbish, serta menerapkan 100% kemasan kartu SIM berbahan kertas ramah lingkungan.

Di sisi inovasi daur ulang, limbah kartu perdana plastik diolah kembali menjadi produk pavement blocks (paving block). Limbah tembaga dari kartu perdana bekas juga didaur ulang menjadi instalasi seni berbentuk pohon tembaga.

Selain menyediakan kotak pengumpulan sampah elektronik (e-waste box), Telkomsel memperkenalkan sistem bio-filtrasi alami berbasis mikroalga bernama "GoZeroAlgatech". Sistem penyaring udara seluas 0,5 meter persegi ini mampu mengikat karbon dioksida dan menghasilkan oksigen setara dengan kontribusi tiga pohon mangrove dewasa. Upaya carbon offsetting ini juga didukung penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan kelakar cerdas mengenai program pemanfaatan limbah ini sebagai pelesetan dari CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali).

"Yang kita coba tonjolkan, yaitu Limbah Bersemi Kembali. Jadi kalau sudah ada cinta lama, buang saja maksudnya, jangan sampai bersemi kembali," seloroh Nugi, panggilan akrab Nugroho.

Dampak ekonomi dan komitmen Net Zero 2060

Dampak keberlanjutan Telkomsel turut dirasakan oleh ekosistem yang tumbuh bersama perusahaan. Sepanjang tahun 2025, Telkomsel mendistribusikan kembali sekitar 83% dari total pendapatan kepada pemerintah, pemegang saham (shareholders), pemasok (suppliers) di rantai pasok, dan karyawan. Kontribusi ini turut didukung oleh kekuatan lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel di berbagai daerah.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan perjalanan bisnis berkelanjutan ini.

"Telkomsel tidak bisa menyelamatkan dunia atau menyelamatkan Bumi sendirian. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi serta membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan," ujar Wong Soon Nam.

Inisiatif keberlanjutan ini dijalankan secara terintegrasi sebagai bagian dari implementasi strategi GoZero Telkom Group untuk mendukung pencapaian target Net Zero 2060. Rincian komitmen keberlanjutan tersebut dapat diakses oleh publik melalui Laporan Keberlanjutan 2025 yang akan dirilis resmi pada 11 Juni 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istri Hamil Jadi Korban Penganiayaan di Medan, 2 Pelaku Ditangkap Polisi | KOMPAS SIANG
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
27 Tahun Berdiri, PNM Bangun Budaya Kerja Melalui PNM Excellence Awards 2026
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sarwendah Buka Suara Usai Video Viral, Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Anggaran Perbaikan Jalan Provinsi Jateng Turun Drastis, Jalan Rusak Blora tak Kunjung Diperbaiki
• 8 menit lalurepublika.co.id
thumb
Purbaya: Pelemahan IHSG Dipicu Miskonsepsi soal Fiskal Indonesia
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.