JAKARTA, KOMPAS.com - Ketatnya persaingan pasar kerja di Jakarta tak hanya menjadi beban bagi lulusan baru alias fresh graduate.
Para pekerja berpengalaman yang memasuki usia 30-an pun kini harus berjibaku menghadapi tembok berupa batasan usia yang masih diterapkan banyak perusahaan.
Fenomena ini dialami oleh dua sekawan Reni (32) dan Dwi (34) saat mencari peruntungan di gelaran Jakarta Job Fair 2026 di GOR Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Curhat Para Pencari Kerja: Rela Tunda Kuliah hingga Tersandung Syarat Usia
Keduanya merupakan mantan pekerja di industri Food and Beverage (F&B) dengan rekam jejak yang cukup mumpuni.
Reni merupakan mantan Shift Leader di toko donat ternama dan terakhir bekerja di sebuah gerai sushi yang sudah tutup.
Sementara Dwi adalah lulusan S1 yang pernah menjabat sebagai Store Manager di toko donat yang sama.
"Kesulitannya ada di usia. Soalnya kalau (posisi) operasional itu rata-rata maksimal 27 atau 28 tahun. Kecuali kalau untuk level Store Manager, baru bisa sampai 40 tahun," ujar Reni saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat.
Melamar ke puluhan tempat
Sebelum memutuskan datang ke Job Fair, Reni dan Dwi sudah mencoba peruntungan melalui berbagai platform lamaran kerja daring.
Reni mengaku telah melamar ke lebih dari 20 perusahaan, sementara Dwi sekitar 15 perusahaan. Namun, hingga kini hasilnya nihil.
"Semuanya digantungin. (Akhirnya) kalau melamar, saya pasti tanya batas usia dulu. Kalau mereka bilang maksimal 27 tahun, ya sudah, saya mundur," kata Reni.
Mengenai aturan pemerintah yang mengimbau penghapusan syarat batas usia dalam lowongan kerja, Reni menilai hal tersebut belum sepenuhnya terealisasi di lapangan.
"Alah pret, masih ditemukan (batas usia). Masih jadi kendala juga, sedih ih," keluhnya sembari tertawa kecil.
Baca juga: Tenteng Tas Bagikan CV, Ayah Wakili Anaknya Cari Kerja di Jakarta Job Fair
Bertahan hidup dengan ngojol dan laundry
Demi menyambung hidup keluarga di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan formal, keduanya akhirnya melakoni pekerjaan di sektor informal.
Saat ini, Dwi mencari nafkah dengan menjadi pengemudi ojek daring (ojol). Sedangkan Reni bekerja paruh waktu di sebuah jasa pencucian baju atau laundry.