Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Massa BEM SI Segel Kantor BI Jateng

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Massa BEM SI Segel Kantor BI JatengNasional | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 20:07

SEMARANG, iNews.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah pada Jumat (5/6/2026). Aksi itu dilakukan menyusul terus melemahmya nilai tukar rupiah yang kembali merosot hingga menembus kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam aksinya, massa mahasiswa menggelar teatrikal tabur bunga, pembakaran uang mainan, hingga penyegelan gerbang kantor perwakilan bank sentral tersebut.

Aksi tersebut sebagai simbol matinya hati nurani para pemegang kebijakan moneter yang dinilai gagal menjaga stabilitas mata uang nasional.

Massa selanjutnya menyebarkan uang kertas di depan halaman kantor. Tindakan ini menjadi bentuk sindiran tajam terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai cenderung menghamburkan uang rakyat di tengah situasi sulit. 

Puncaknya, massa memasang segel tepat di pagar utama Kantor Bank Indonesia Jawa Tengah. 

Baca Juga:Roy Suryo Lempar Amplop Uang dari Rismon: Saya Tak Mau Makan Uangmu!

Koordinator Isu Ekonomi dan Ketenagakerjaan BEM SI, Kevin Kurnia Priambodo, menegaskan bahwa aliansinya memberikan tenggat waktu yang ketat bagi pemerintah untuk segera menunjukkan cetak biru (blueprint) dan langkah konkret dalam menyelamatkan perekonomian nasional.

"BEM SI meminta pemerintah segera merespons kondisi ekonomi yang dianggap semakin memprihatinkan ini. Pemerintah harus segera mengambil kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat bawah," tegas Kevin dalam orasinya.

Mahasiswa mengingatkan, dalam situasi krusial seperti saat ini, hal yang dipertaruhkan oleh pemerintah bukan sekadar perkara stabilitas angka dan indikator ekonomi di atas kertas. 

Aksi yang berjalan di bawah pengawalan ketat ini kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan mengheningkan cipta. Momentum ini menjadi refleksi atas kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilai kian berada di ambang lampu kuning.

Penyegelan ini sekaligus menjadi pemecat mosi tidak percaya atas melemahnya nilai tukar rupiah di bawah rezim pemerintahan Prabowo saat ini.

Baca Juga:Roy Suryo Tampilkan Ijazah UGM Istri: Tak Ada Tulisan Gadhaj Adam

BEM SI menilai, jika pelemahan nilai tukar rupiah ini terus dibiarkan tanpa adanya intervensi yang kuat, maka akan menjadi pemantik utama krisis yang berujung pada melonjaknya angka inflasi.

Dampak domino lainnya yang membayangi masyarakat adalah ancaman gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal hingga bertambahnya angka kemiskinan di daerah.

#jateng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri: SKB layanan terpadu bukti negara hadir lindungi korban
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Pemutihan Pajak Kendaraan di Samsat Jakut dan Jakpus Masih Landai, Apa Sebabnya?
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Penumpang KRL yang Diinjak dan Dijambak Tak Lapor Polisi, Harap Pelaku Tak Berkeliaran Lagi
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Sony Sonjaya Klaim Ada "Nama-nama Besar" di Balik Pengaturan Dapur SPPG
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 102 Triliun per April 2026, Naik 26,11 Persen
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.