Piala Dunia 2026 akan mempertunjukkan kemajuan teknologi dalam penyelenggaraan ajang sepakbola. Setidaknya ada empat teknologi yang akan digunakan dalam ajang Piala Dunia 2026, mulai dari bola, rumput, hingga keamanan.
Teknologi pertama yang akan digunakan FIFA adalah avatar tiga dimensi. FIFA akan memindai seluruh pemain yang akan berlaga di Piala Dunia 2026 untuk membuat avatar dengan bantuan kecerdasan buatan.
"Teknologi ini akan memastikan identifikasi pemain-pemain dan pelacakan secara presisi. Selain itu, Trionda akan memberikan gambar yang lebih baik, keputusan yang lebih cepat, dan pemahaman yang lebih jelas bagi semua pihak," kata Presiden FIFA Gianni Infantino seperti dilansir dari SBS News Jumat (5/6).
FIFA juga akan kembali menggunakan teknologi sensor di dalam bola yang digunakan pada Piala Dunia 2026. Bola yang dimaksud merupakan hasil produksi Adidas yang dijuluki Trionda.
Infantino mengatakan bola tersebut merupakan iterasi terbaru pihaknya terkait teknologi bola. Teknologi yang sama telah digunakan dalam Piala Dunia 2022 dan Piala Dunia Wanita 2023.
Walau demikian, survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pendukung Sepak Bola pada tahun ini menemukan tiga perempat dari penikmat bola menentang penggunaan asisten wasit video atau VAR. Survei tersebut dilakukan kepada hampir 8.000 penonton Liga Primer Inggris.
Teknologi berikutnya berkaian dengan rumput yang digunakan dalam Piala Dunia 2026. FIFA telah mengucurkan dana lebih dari US$ 5 juta untuk meningkatkan kualitas rumput di seluruh stadion yang terletak di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Berdasarkan laporan DongA Science, rumput yang akan digunakan merupakan hasil dari riset selama 8 tahun yang dilakukan oleh John Sorochan dari Universitas Tennessee.
Sorochan menjelaskan perbedaan kecil pada tinggi rumput dapat secara signifikan memengaruhi kecepatan bola dan pemain. Karena itu, Sorochan telah merancang berbagai jenis rumput untuk dapat menyesuaikan metode irigasi dan siklus perawatan di setiap stadion.
Teknologi terakhir terkait keamanan di sekitar stadion yang disediakan oleh Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat. Secara rinci, Kemendagri AS sedang mempersiapkan rencana detail untuk deteksi drone, pengawasan frekuensi radio, dan respons khusus di setiap kawasan stadion.
Tujuan utama teknologi pengamanan yang digunakan pada Piala Dunia 2026 adalah mendeteksi drone dengan niat jahat secara langsung. Hal tersebut penting untuk melindungi penonton dan stadion saat perhelatan berlangsung.




