TANGERANG, KOMPAS.com - Seorang ibu dan anaknya yang mencuri ponsel milik petugas umrah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang direkrut menjadi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kedua tersangka yakni Nurhasanah (51) sebagai pelaku pencurian dan putranya, Iqbal Septian (21), yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil curian.
"Kami upayakan yang bersangkutan bekerja di SPPG Polres Bandara Soekarno-Hatta," ujar Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono mengatakan dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Pria di Tambora Jakbar Puluhan Kali Curi Motor, Uangnya untuk Beli Sabu
Tujuannya untuk memberikan penghasilan tetap kepada sang anak.
Meski demikian, kata dia, proses perekrutan tetap harus mengikuti tahapan dan prosedur yang berlaku.
"Prosesnya tetap mengikuti prosedural," kata Yandri.
Sementara itu, Nurhasanah mengaku menyesali perbuatannya dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui penyelesaian perkara secara restorative justice.
"Saya sangat berterima kasih kepada Polres Bandara Soekarno-Hatta," kata Nurhasanah.
Ia mengaku mengambil telepon genggam tersebut bukan untuk dijual, melainkan karena ingin memberikannya kepada anaknya yang tidak memiliki ponsel.
"Saya menyesal dan tidak akan mengulangi lagi," ucap dia.
Baca juga: Polisi Minta Diisikan Saldo Kartu Elektronik Rp 300.000, Tertawa Saat Ditawar: Ya Udah Cepek
Awal Mula Kejadian
Yandri menjelaskan, kasus tersebut bermula dari laporan polisi yang dibuat korban bernama Rendi Sasmita Aji pada 24 Januari 2026.
Saat itu, Rendi yang bekerja sebagai petugas handling umrah tengah beristirahat di area counter check-in Garuda Domestik Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (23/1/2026) dini hari.
Korban diketahui sedang mengisi daya telepon genggamnya di fasilitas umum yang tersedia sebelum akhirnya tertidur.
Baca juga: Pria di Cirendeu Tangsel Dihajar Massa Usai Curi Motor yang Diservis
Ketika terbangun sekitar pukul 04.30 WIB, korban mendapati handphone merek Nubia Neo 5G miliknya telah hilang.