AGRA: Ritel Modern Penopang Konsumsi Kelas Menengah, Jangan Dibatasi

katadata.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Pelaku usaha ritel menilai keberadaan ritel modern merupakan salah satu penopang konsumsi rumah tangga dan kelas menengah. Karena itu, kebijakan pemerintah yang membatasi ekspansi ritel modern di sejumlah daerah dinilai tidak sejalan dengan upaya pemerintah menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat.

Founder Affiliation Global Retail Association (AGRA) sekaligus Wakil Presiden Komisaris PT Matahari Putra Prima Tbk, Roy Nicholas Mandey, mengatakan ritel merupakan salah satu saluran utama konsumsi masyarakat yang seharusnya diperkuat, bukan justru dibatasi.

“Tapi ada beberapa daerah malah mulai membatasi ritel,” kata Roy dalam acara Kelas Menengah Indonesia di Persimpangan: Membedah KIMCI 2026 dan Implikasinya bagi Dunia Usaha di Jakarta Selatan, Kamis (4/6).

Roy menyinggung sejumlah daerah yang belakangan memperketat kehadiran ritel modern, seperti Lombok dan Sumatra Barat. Menurut dia, pembatasan itu belum tentu memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.

Kehadiran jaringan ritel nasional disebutnya justru dapat membantu produk-produk daerah menjangkau pasar yang lebih luas melalui jaringan distribusi yang dimiliki perusahaan ritel.

“Kalau ritel nasional masuk, kita bisa ambil produk dari daerah dan membawanya ke pasar nasional. Kalau tidak, banyak produk lokal yang terkendala logistik dan transportasi,” ujarnya.

Selama ini ritel modern kerap dibenturkan dengan pasar rakyat maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Padahal, masing-masing memiliki segmen konsumen yang berbeda dan dapat tumbuh secara bersamaan.

Roy mencontohkan pasar tradisional melayani konsumen yang berbelanja pada pagi hari dengan mekanisme tawar-menawar, sementara ritel modern memiliki segmen dan pola layanan yang berbeda.

“Semuanya punya segmen masing-masing. Konsumennya sudah terbiasa berbelanja pada masing-masing channel perdagangan,” kata Roy.

Karena itu, pendekatan yang perlu dibangun adalah kemitraan dan kolaborasi antar pelaku usaha, bukan narasi persaingan yang saling meniadakan.

Roy juga menegaskan ritel modern siap mendukung program pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih. Menurut dia, jaringan ritel dapat berperan sebagai off-taker produk petani, nelayan, maupun pelaku usaha yang tergabung dalam KDMP.

Produk-produk tersebut kemudian dapat dipasarkan melalui jaringan ritel nasional sehingga memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Kolaborasi dan sinergi itu yang harus dibangun. Kemitrahan yang mesti dibangun, bukan pelarangan,” ujarnya.

Penjaga Inflasi dan Stabilitas Harga

Selain menjadi saluran distribusi, Roy menilai ritel modern juga berperan menjaga stabilitas harga dan inflasi. Menurut dia, banyak jaringan ritel menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan margin yang sangat tipis untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Retail itu jadi penjaga inflasi. Yang paling stabil harganya di kita,” katanya.

Pelaku ritel selama ini juga menghadapi berbagai tantangan operasional, mulai dari biaya listrik hingga perizinan daerah. Namun demikian, sektor tersebut tetap berupaya menjaga pasokan dan harga barang kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, penguatan kelas menengah dan konsumsi domestik membutuhkan keterlibatan seluruh pelaku usaha dalam rantai perdagangan. Karena itu, pemerintah perlu lebih sering melibatkan sektor ritel dalam proses penyusunan kebijakan ekonomi dan perdagangan.

“Ada banyak hal yang bisa kita duduk bersama untuk menjaga dan meningkatkan kelas menengah. Jangan hanya membangun narasi, tetapi juga melibatkan pelaku usaha yang menjalankannya di lapangan,” kata Roy.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota Komisi III Usul DPR Dilibatkan dalam Pemilihan Anggota Kompolnas
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak Pejabat Terjerat Hukum, Mensesneg: Presiden Terus Ingatkan Jangan Korupsi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Analis: Pasar "repricing", investor kurangi eksposur aset berisiko
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Emas Antam Turun Rp 32 Ribu Jadi Rp 2.738.000 per Gram, Galeri24 Rp 2.773.000
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.