JAKARTA, KOMPAS.com - Mangrove dikenal sebagai tanaman yang berfungsi melindungi wilayah pesisir dari abrasi.
Namun sejumlah jenis mangrove di Marunda, Jakarta Utara justru diolah menjadi berbagai produk pangan, mulai dari puding, cake, kopi, hingga sirup.
Berbagai olahan tersebut dikembangkan oleh Rumah Kreatif Marunda yang digagas Kiki (52).
Berawal dari upaya menjaga lingkungan pesisir, Kiki kemudian mencoba memanfaatkan buah mangrove menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Baca juga: Dari Hutan Mangrove Marunda, Kiki Sulap Buah Api-api Jadi Puding dan Cake
Menurut Kiki, salah satu jenis mangrove yang sudah sejak lama dimanfaatkan warga Marunda adalah api-api atau Avicennia.
"Jadi sebelum-sebelumnya di sini banyak warga Marunda yang mengolah buah mangrove itu jadi onde-onde," jelas dia kepada Kompas.com, Jumat (5/6/2026).
Melihat potensi tersebut, Kiki mulai mengembangkan berbagai produk lain berbahan dasar buah api-api.
"Ternyata buah api-api ini tidak hanya bisa diolah menjadi onde-onde, ternyata bisa kita olah juga jadi puding, jadi cake, jadi penganan lainnya gitu. Dan ini pun ternyata bisa jadi cuan gitu," ujar dia.
Selain api-api, Kiki mengatakan masih ada sejumlah jenis mangrove lain yang dapat dimanfaatkan, seperti Bakau, Pidada dan Nipah.
Menurut Kiki, buah dari pohon Bakau dapat diolah menjadi kopi dan batangnya bisa diolah menjadi lulur.
"Untuk di Marunda ini kita ada empat jenis pohon mangrove. Pertama yang kita olah jadi puding ini adalah buah api-api. Terus ada lagi buah bakau, itu bisa diolah jadi kopi. Terus batang propagulnya bisa kita olah jadi lulur," ucap dia.
Baca juga: Polisi Minta Diisikan Saldo Kartu Elektronik Rp 300.000, Tertawa Saat Ditawar: Ya Udah Cepek
Selanjutnya, buah pohon pidada bisa diolah menjadi sebuah sirup.
Menurut Kiki, rasa sirup yang dihasilkan dari buah pidada memiliki segar dan manis.
"Terus kalau buah pidada atau buah bogem itu bisa kita olah jadi dodol atau jadi sirup mangrove," tutur dia.
Terakhir, buah dari pohon nipah disebut memiliki kesamaan dengan kolang-kaling.
"Terus ada lagi buah nipah, itu buahnya hampir seperti kayak kolang-kaling ya. Nah itu bisa jadi makanan juga," ungkap dia.
Bagi Kiki, keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Baca juga: Kalau Lewat Radio Rasanya Lebih Spesial Alasan Pendengar Masih Kirim Salam dan Request Lagu
Ia mengaku masih terus akan mengembangkan berbagai macam olahan lain dan berharap semakin banyak produk yang dapat dikembangkan dari mangrove.
"Kita mau explore lagi secara bertahap nih. Mudah-mudahan nanti bisa makin banyak produk turunan olahan dari buah mangrove," ujar Kiki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




