KOTA SERANG, KOMPAS.TV – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten, Fahmi Hakim mengatakan, investasi yang masuk ke wilayah Banten harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pernyataan Fahmi Hakim merespons masuknya investor asal Tiongkok ke kawasan industri di Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
“Saya sebagai Ketua DPRD Banten siap mengawal investasi di Banten. Baik secara kebijakan maupun administratif agar investasi berjalan lancar. Investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat Banten,” ujar Fahmi kepada Jurnalis Kompas TV Banten, Suherdi pada Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Kadin Optimistis Dewan Bisnis RI-Prancis Perkuat Perdagangan dan Investasi
Diketahui beberapa waktu lalu, Provinsi Banten dalam hal ini kawasan industri di Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak kedatangan investor asal Tiongkok, yakni Direktur Utama PT Bondara Global International, Cheng Chen Feng atau yang dikenal sebagai Mr. Bond.
Mr. Bond bersama rombongan diterima Gubernur Banten, Andra Soni dan jajarannya di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, pada Senin lalu (1/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Andra Soni menyambut baik investasi PT Bondara Global International yang mengembangkan kawasan industri di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.
Kunjungan perusahaan tersebut merupakan tindak lanjut promosi investasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten dalam forum gala dinner bersama alumni Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pihak Pemprov Banten berkomitmen kuat dan siap memfasilitasi investor sesuai kewenangan yang dimiliki, termasuk membantu penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi investor dalam menjalankan usahanya.
“Banten memiliki banyak keunggulan yang didukung infrastruktur strategis untuk menunjang kegiatan usaha. Terkait rencana investasi, apa yang bisa kami bantu silakan disampaikan,” ujar Gubernur Andra Soni.
Fahmi Hakim menjelaskan, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi yang dihasilkan.
Oleh karena itu, pihak DPRD Banten mendorong adanya sinergi antara investor dengan lembaga pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi.
“Investasi harus disertai kerja sama dengan sekolah vokasi dan universitas agar lulusan SMK maupun perguruan tinggi dapat langsung terserap ke dunia kerja. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi masyarakat akan semakin kuat,” kata Fahmi.
Penulis : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- investor tiongkok
- investasi china
- investor china
- ketua dprd banten
- gubernur banten





