Bahlil ke Calon Ketum Kosgoro La Ode & Sari: Silakan Bertanding untuk Bersanding

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berpesan kepada dua calon Ketua Umum Kosgoro 1957, Sari Yuliati dan La Ode Safiul Akbar, agar menjaga persatuan organisasi meski bersaing dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957.

Hal itu disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam pembukaan Mubes V Kosgoro 1957 di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6). Bahlil menekankan pentingnya kompetisi yang sehat demi menjaga soliditas organisasi setelah pemilihan usai.

“Tapi saya pengin Ibu Sari maupun La Ode, Kosgoro yang sudah begini bagus, harus kalian punya jiwa besar. Jiwa besar yang saya maksudkan adalah silakan bertanding, tapi untuk bersanding,” kata Bahlil.

“Karena tidak ada organisasi yang hebat tanpa ada kekompakan. Nggak ada, belum ada saya menemukan sebuah organisasi yang lahir dan besar untuk mencapai tujuannya tanpa ada kolaborasi dan kerja sama yang baik, belum ada,” lanjutnya.

Bahlil menilai kedua kandidat memiliki kapasitas yang baik untuk memimpin Kosgoro. Karena itu, ia meminta seluruh peserta mubes menentukan pilihan secara objektif demi kemajuan organisasi.

“Dua-dua ini kader bagus, dua-dua ini adalah orang yang saya sangat kenal. Persoalan bagaimana, lihatlah yang terbaik. Tapi saya tahu kok dari tepuk tangan tadi saya lihat, ya,” ujarnya.

“Loh saya ini bukan, saya lihat tepuk tangan gitu loh. Tapi kalau di HIPMI, tepuk tangan belum tentu suaranya banyak. Apalagi Pak Agung paling tahu gitu kan,” sambung dia.

Bahlil juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin organisasi tidak lepas dari kritik maupun tekanan. Menurut dia, hal tersebut merupakan konsekuensi yang harus diterima setiap ketua umum.

“Tadi yang Pak Dave (Dave Laksono, Ketua Umum Kosgoro 1957) bilang gergaji kosong itu, gergaji angin itu. Pak Dave, sejak kita ditakdirkan untuk memimpin sebuah organisasi, organisasi apa saja, ketika kita menjadi ketua umum, maka di situlah telah kita mewakafkan diri untuk dilakukan gergaji angin. Iya, dan di Golkar ini pun gergaji angin lebih kencang, Pak Dave, gitu,” ujar Bahlil.

Ia mengaku memahami dinamika kompetisi organisasi karena pernah mengalami kekalahan maupun kemenangan dalam proses pemilihan.

“Dan saya sebagai kader Golkar yang pernah merasakan ikut kompetisi, pernah kalah, pernah menang, biasa aja. Biasa aja,” kata dia.

Karena itu, Bahlil meminta kedua kandidat tidak larut dalam persaingan yang berlebihan. Ia bahkan menyarankan agar keduanya duduk bersama dan berkomunikasi secara baik.

“Jadi Ibu Sari, Pak La Ode, kalau tidak merasa perasaan yang dulu saya kalah, mendingan kalian duduk setengah kamar, bicara baik-baik. Duduk bicara baik-baik, ya kan? Daripada tarik sana. Udah di sana, sana, begini, begini. Datang lagi tim sukses, ‘Eh, Bos, di sana sudah begini, Bos.’ Diayun barang ini. Terakhir, yang sukses bukan kandidat, tim sukses yang sukses,” ujarnya.

Bahlil kembali menegaskan bahwa baik Sari maupun La Ode sama-sama memiliki dukungan kuat di arena mubes.

“Dan saya yakin dua-dua ini adalah orang yang sangat kok kenapa kalau saya bilang Ibu Sari suaranya lebih kencang, kenapa ya? Pak La Ode juga kencang tadi kok, jadi sama-sama kencang barang ini,” kata Bahlil.

“Menurut catatan yang disampaikan oleh Pak Levi kepada saya, suara itu ada berapa? 45, Pak. Total yang punya suara berapa? 48? Oh, 48 ya? Ya sudah lah, kamu atur baik-baik lah. Yang penting saya minta ya kalian kompak deh. Setelah jadi, di antara kalian sudah selesai itu, kita duduk ngobrol bareng-bareng,” sambung dia.

Sementara itu, Ketua Umum Kosgoro 1957 Dave Laksono mengatakan Mubes V Kosgoro 1957 menjadi momentum pergantian kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya.

Ia mengungkapkan, dalam Mubes V Kosgoro terdapat dua bakal calon yang akan memperebutkan kursi ketua umum organisasi tersebut.

“Di Mubes ini ada dua bakal calon ya yang akan merebut posisi ketua umum berikutnya,” ujarnya.

Dave juga menyampaikan rasa syukur karena telah menuntaskan masa kepemimpinannya selama lima tahun terakhir.

Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya dapat melanjutkan program organisasi sekaligus membawa Kosgoro menjadi lebih kuat.

“Alhamdulillah saya sudah menyelesaikan perjalanan yang cukup baik selama 2021 hingga 2026. Insyaallah siapa pun yang terpilih di Mubes ini akan terus melanjutkan dan bahkan menjadi lebih baik untuk membangun Kosgoro lebih kuat, lebih solid ke depannya,” pungkas Dave.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Sutama Raup Omzet Rp 7 M dari Bisnis Bengkel yang Didukung Yayasan Astra
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Deret Keterangan Noel usai Sidang Vonis: Harapan buat KPK sampai Pengingat untuk Presiden Prabowo
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Siap-Siap, Besok Operasi Patuh 2026 Dimulai
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Debut Mathew Baker di Timnas Indonesia Bikin John Herdman Semringah
• 2 jam lalubola.com
thumb
Bela Gaza, Bos Klub Sepak Bola Polandia Ogah Berbisnis dengan Tim Bola Israel
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.