VIVA – Kemenangan meyakinkan Timnas Indonesia atas Oman dengan skor 3-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 5 Juni 2026, menyisakan banyak catatan positif. Selain performa impresif para pemain senior seperti Emil Audero, Elkan Baggott, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen, debut pemain muda Mathew Baker turut menjadi sorotan.
Pengamat sepak bola, Bung Ropan, menilai kemunculan Mathew Baker di tim senior menjadi salah satu kabar baik bagi masa depan Timnas Indonesia. Pemain yang baru berusia 17 tahun itu dipercaya pelatih John Herdman tampil di penghujung pertandingan saat Indonesia memastikan kemenangan atas Oman.
Menurut Bung Ropan, kesempatan yang diberikan kepada Mathew Baker menunjukkan bahwa Timnas Indonesia tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga mulai membangun fondasi kuat untuk masa depan.
"Mathew Baker juga bermain dengan oke. Ini debut dia yang sangat baik. Ini akan menjadi catatan penting dalam perjalanan karier dia ketika John Herdman memanggilnya ke tim senior," kata Bung Ropan dalam YouTube Bung Ropan.
- YouTube Bung Ropan
Mathew Baker awalnya diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia U-19 yang akan berlaga di ajang Piala AFF U-19 2026. Namun, penampilan apiknya membuat John Herdman memilih mempertahankannya di skuad senior untuk FIFA Matchday bulan Juni.
Keputusan tersebut terbukti tidak salah. Meski baru menjalani debut bersama tim senior, Baker mampu tampil tenang ketika masuk ke lapangan.
Bung Ropan secara khusus memuji kematangan permainan pemain muda tersebut. Menurutnya, Baker tidak menunjukkan tanda-tanda gugup meski bermain bersama para pemain senior yang lebih berpengalaman.
"Kalau bisa saya katakan, tidak ada kesalahan-kesalahan fatal yang dibuat oleh Mathew Baker ketika dia masuk ke lapangan," ujar Bung Ropan.
Pujian itu menjadi penting mengingat laga melawan Oman bukanlah pertandingan biasa. Indonesia menghadapi tim yang berada jauh di atas mereka dalam ranking FIFA.
Oman datang ke Jakarta dengan status peringkat 79 dunia, sedangkan Indonesia masih berada di posisi 122 FIFA sebelum pertandingan berlangsung. Namun perbedaan ranking tersebut tidak terlihat di lapangan karena Garuda tampil dominan sejak menit awal.





