Penumpang KRL Green Line Dijambak dan Ditendang, KAI Commuter Bantah Lepas Pelaku

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - KAI Commuter membantah anggapan bahwa petugasnya membiarkan pelaku dalam insiden cekcok antarpenumpang di KRL Green Line melanjutkan perjalanan begitu saja setelah kejadian.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, petugas saat itu telah berupaya mengamankan pelaku dan korban.

Baca juga: Ribut di KRL Green Line, Penumpang Diinjak dan Dijambak, Tak Tahu Salah Apa

"Petugas kami sudah mengupayakan untuk mengamankan kedua penumpang ke Pos Pengamanan Stasiun guna permintaan keterangan lebih lanjut," ujar Karina saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (5/6/2026).

Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena baik korban maupun pelaku menolak arahan petugas. Keduanya memilih melanjutkan perjalanan masing-masing.

Kronologi

Sebelumnya diberitakan, seorang penumpang KRL Green Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang bernama Valiexia mengaku diinjak dan dijambak oleh penumpang perempuan lainnya.

Baca juga: Kronologi Cekcok Penumpang KRL Green Line Berujung Jambak-jambakan di Tanah Abang

Peristiwa itu bermula saat Valiexia menaiki KRL dari Stasiun Palmerah sekitar pukul 08.00 WIB pada Rabu (3/6/2026).

Saat itu, ia berada di gerbong khusus perempuan yang dalam kondisi padat karena jam sibuk keberangkatan kerja.

Ketika kereta mulai berjalan, Valiexia mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang penumpang yang berdiri di dekatnya.

Ia mengaku beberapa kali diinjak dan ditusuk-tusuk menggunakan jari tangan oleh perempuan yang tidak dikenalnya.

Valiexia berusaha mengabaikan tindakan tersebut. Bahkan, ia sempat menggunakan tas yang dibawanya untuk menghalangi tubuhnya.

"Eh dia malah tarik tas saya ke bawah gitu trus lakuiin hal yang sama lagi," imbuh dia.

Ia pun sempat menanyakan alasan perempuan itu melakukan tindakan tersebut, tetapi tidak mendapatkan jawaban apa pun.

Karena tidak tahan dengan perlakuan tersebut, Valiexia akhirnya menegur perempuan itu secara langsung. Namun, teguran tersebut tidak dihiraukan.

"Saya suruh dia naikin tangannya. Dia malah jawab gini 'suka gua tangannya mau di mana'," kata dia.

Perselisihan keduanya berlanjut hingga kereta tiba di Stasiun Tanah Abang. Saat hendak keluar dari gerbong, Valiexia mengaku kembali menjadi korban kekerasan. Dia diinjak dan dijambak.

Valiexia kemudian meminta bantuan petugas keamanan yang berada di stasiun. Namun, sebelum petugas datang, perempuan tersebut disebut kembali menjambak rambutnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tak lama kemudian, petugas keamanan datang dan memisahkan keduanya.

Valiexia kemudian menyayangkan petugas tidak mengamankan pelaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Ungkap Vendor Motor Listrik BGN Tak Punya Dealer atau Bengkel Aktif
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Prospek Pasar Terjaga, Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Andre Rosiade Minta Jalan Lubuk Selasih-Surian Sumbar Dipercepat, Target 2027
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Colony Menggila di Indonesia! 3 Hari Beruntun Kuasai Box Office, Sekawan Limo 2 Tembus Rekor Baru
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Erwin Siap Kembali Bertugas Usai SP3 Terbit, Fokus Koordinasi Selesaikan Persoalan Kota Bandung
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.