Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menilai kontestasi dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, persaingan tersebut harus tetap diarahkan untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan internal.
“Jiwa besar yang saya maksudkan adalah silakan bertanding, tapi untuk bersanding. Karena tidak ada organisasi yang hebat tanpa adanya kekompakan," kata Bahlil melalui keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Hal itu disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957. Agenda pemilihan Ketua Umum (Ketum) itu diikuti oleh Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar.
Bahlil menyampaikan, kekompakan sangat dibutuhkan untuk membesarkan organisasi. "Belum pernah saya menemukan sebuah organisasi yang lahir dan besar untuk mencapai tujuannya tanpa ada kolaborasi dan kerja sama yang baik,” ungkap Bahlil.
Baca Juga :
Ajang Musyawarah Besar Jadi Momen Saling RangkulSelain itu, eks Menteri Investasi itu menekankan pentingnya reposisi hubungan antara organisasi sayap dan partai. Ia berharap Kosgoro dapat menjadi organisasi yang memberikan nilai tambah bagi Partai Golkar, bukan justru menjadi beban.
Dalam konteks kaderisasi, Bahlil menitipkan pesan kepada Kosgoro agar mampu merekomendasikan kader-kader yang benar-benar siap mengemban tugas politik di Partai Golkar. Ia meminta Kosgoro tidak menyetor kader yang masih berada dalam tahap 'baru belajar'.
“Harusnya organisasi-organisasi yang mendirikan dan didirikan ini dijadikan sebagai tempat tempah untuk mengasah pembentukan karakter diri dan peningkatan kualitas diri bagi kader. Sehingga kelak mereka sudah siap untuk disuplai kepada partai,” ujar Bahlil.
Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membuka Mubes V Kosgoro. Foto: Istimewa.
Bahlil menilai organisasi seperti Kosgoro memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kapasitas, dan kualitas kader. Dengan proses kaderisasi yang kuat, Kosgoro diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya sumber daya politik yang siap memperkuat Partai Golkar.
Sementara itu, Ketua Umum Kosgoro, Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengapresiasi Bahlil Lahadalia bersedia hadir dan membuka Mubes V Kosgoro1957. Dia mengatakan, Mubes V Kosgoro1957 harus menjadi titik balik pembangunan organisasi yang lebih baik lagi.
"Kaderisasi Kosgoro1957 kedepan harus terarah bukan sekedar saja. Mubes V ini untuk merumuskan perjuangan dengan lihat sejarah dan Mubes V Kosgoro1957 menjadi tempat penempaan kader yang nantinya disuplai kepada Partai Golkar," kata Dave.




