Utang Warga Indonesia ke Pindar Tembus Rp102 Triliun pada April 2026

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat utang masyarakat Indonesia pada pinjaman daring (pindar) mencapai Rp102,07 triliun per April 2026.

Utang Warga Indonesia ke Pindar Tembus Rp102 Triliun pada April 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat utang masyarakat Indonesia pada pinjaman daring (pindar) mencapai Rp102,07 triliun per April 2026.

Angka ini tumbuh 26,11 persen yoy dibandingkan Maret 2026 yang tumbuh 26,25 persen yoy, dengan nominal sebesar Rp102,07 triliun. 

Baca Juga:
Total Aset Dana Pensiun Rp1.690 Triliun per April 2026

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan sedangkan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) tercatat di posisi 4,62 persen, sedangkan pada posisi Maret 2026 sebesar 4,52 persen.

Di samping itu,  OJK juga mencatat piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 2,08 persen yoy pada April 2026 menjadi Rp514,65 triliun, didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 10,64 persen yoy.

Baca Juga:
Kemenhaj Imbau Jamaah Haji Patuhi Ketentuan Penerbangan Pulang

"Profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,89 persen dan NPF net sebesar 0,78 persen," katanya Sabtu (6/6/2026). 

Gearing ratio PP tercatat sebesar 2,14 kali dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Anjlok, Indeks Nasdaq Turun 4 Persen

Sementara itu, Berdasarkan informasi pada SLIK, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 56,92 persen yoy, atau menjadi Rp12,93 triliun dengan NPF gross sebesar 2,99 persen.

"Pembiayaan modal ventura pada April 2026 terkontraksi sebesar 0,87 persen yoy dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,35 triliun," ujarnya.

Pada industri pegadaian, penyaluran pembiayaan pada April 2026 tumbuh sebesar 56,80 persen yoy menjadi Rp157,20 triliun, dengan pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar Rp132,29 triliun atau 84,15 persen dari total pembiayaan," ujar dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Perpanjang Jabatan Gegara Mau Hapus Aturan Lama, Negara Chaos
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penculik Bocah di Kutai Timur Berprofesi Ojek Online, Kini Sudah Jadi Tersangka
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Buka Mubes V Kosgoro1957, Bahlil Ungkit Kunci Kemajuan Golkar
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0, Modal Besar Menuju Piala Asia 2027
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rapat Paripurna HJB ke-544 Bogor Digelar di Malasari, Kenang Semangat Bupati Pertama
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.