Grid.id - Seorang remaja di Surabaya, Jawa Timur tewas usai diduga dikeroyok. Begini kronologi peristiwa nahas itu.
Seorang remaja di Surabaya, Jawa Timur tewas usai diduga dikeroyok teman-temannya. Ialah Thomas Julianus Kristianto (19) yang meninggal dunia usai lulus SMA.
Melansir dari Tribun Jatim, kronologi kejadian nahas itu bermula pada Sabtu (30/5/2026) pada pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban pamit kepada keluarganya untuk keluar sendirian.
Korban mengatakan ia ingin menuju ke kawasan Jalan Manukan Mukti. Menurut tetangga korban, Nia Sanjaya (38), korban hendak membeli minuman ringan di depan gang pemukiman rumahnya dengan berjalan kaki.
Saat itu, toko kelontong yang dituju korban sudah tutup. Korban pun menuju ke toko lain yang letaknya berada di dekat SMAN 11 Kota Surabaya.
Setelah membeli minuman itu, korban mendadak didatangi segerombolan remaja berjumlah empat orang. Mereka kemudian mengeroyok korban.
Keempatnya lalu membawa korban ke area sepi di Jalan Tengger. Peristiwa itu terjadi pada pukul 02.00 WIB pada hari Minggu (31/5/2026).
Setelah itu, keempatnya mengeroyok korban lagi hingga korban tak sadarkan diri. Saat tahu kondisi korban tak kunjung membaik, mereka pun membawa korban ke RS swasta di Jalan Manukan Tengah.
Di tengah perjalanan dengan sepeda motor, korban jatuh dan ambruk. Setelah itu, korban diletakkan di dekat toko sembako.
Korban kemudian dibawa ke sebuah klinik dan keluarga pun menerima kabar tersebut. Melansir Kompas, Margono (88), kakek korban menceritakan bahwa ada teman cucunya yang datang ke rumah memberikan kabar.
"Pamitannya ke saya mau keluar sebentar. Keluar itu kok enggak pulang-pulang. Tahu-tahu temannya ke sini mengabarkan Thomas ada di dokter Danu," ujar Margono.
Ketika keluarga sampai ke lokasi, korban sudah tak sadarkan diri. Ada luka parah di bagian kepalanya.
Korban pun dirujuk ke RS yang lebih besar yakni ke RSUD Dr. Soetomo. Namun setelah menjalani beberapa operasi, korban yang baru lulus dari SMAN 11 Surabaya itu meninggal dunia.
"Meninggal setelah dioperasi pagi tadi (Kamis (4/6/2026) sekitar jam 05.00 WIB," imbuhnya usai menceritakan kronologi tersebut.
Remaja di Surabaya tersebut diketahui merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dan sudah tak memiliki orang tua. Diketahui, korban selama ini diasuh oleh tante, kakek dan juga neneknya.
Ketua RT 01 RW 01, Manukan Kulon, Wijayanto Raharjo mengatakan, beberapa terduga pelaku sudah diamankan oleh polisi. Beberapa di antara mereka ternyata adalah teman sekolah korban dan diduga oknum anggota perguruan silat.
"Benar 4 orang. Iya benar diamankan empat orang. Iya tadi pagi semuanya. Tiga orang Ini satu ada yang satu sekolah, ada yang tidak. Ya itu menurut info yang saya terima," ujar Wijayanto.
"Ini masih proses pemeriksaan. Perkembangan mohon waktu kami infokan," ujar Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya. (*)
Artikel Asli




