Pantau - Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung Djordje Jovicic menyebut kegagalan para pemain menjalankan rencana permainan (gameplan) menjadi penyebab kekalahan 93-99 dari Bogor Hornbills pada laga pertama semifinal IBL 2026 di Bandung Arena, Jumat (5/6/2026).
Satria Muda Gagal Antisipasi Permainan HornbillsJovicic menilai timnya tidak mampu mengontrol sejumlah aspek penting yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan sehingga memberi keuntungan bagi Bogor Hornbills.
"Bogor Hornbills menang dalam transisi, kami mencoba menerima serangan mereka, tetapi terlalu lambat dan jauh dari posisi yang seharusnya," kata Jovicic.
Pelatih asal Serbia itu menjelaskan para pemain Satria Muda kerap terlambat melakukan rotasi pertahanan dan memberikan ruang tembak yang cukup kepada pemain lawan.
"Mereka memanfaatkannya dengan baik, setelah itu kami mulai melakukan pergantian penjagaan, tetapi kami belum cukup progresif," ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat Hornbills mampu memanfaatkan peluang dengan efektif dan mengamankan kemenangan pada laga pembuka semifinal berformat best-of-five.
Satria Muda Yakin Bisa Bangkit di Laga BerikutnyaKekalahan tersebut membuat Satria Muda tertinggal 0-1 dalam seri semifinal IBL 2026.
Meski demikian, Jovicic tetap optimistis timnya masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan pada pertandingan berikutnya.
Kapten Satria Muda Abraham Damar Grahita mengakui Bogor Hornbills tampil lebih matang dan menunjukkan semangat juang yang lebih tinggi sepanjang pertandingan.
"Kami harus menunjukkan karakter bermain yang sebenarnya bila ingin menang pada laga berikutnya, jadi kami perlu itu untuk bisa bounce back di next game," ujar Abraham.
Laga kedua semifinal akan kembali digelar di Bandung Arena pada Minggu (7/6/2026).
Pertandingan ketiga dan keempat dijadwalkan berlangsung di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, pada 10 dan 12 Juni 2026.
Apabila diperlukan, laga kelima akan kembali dimainkan di kandang Satria Muda sebagai penentu kelolosan ke final IBL 2026.




