JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai ditangkapnya tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung menunjukkan bahwa rekrutmen yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto diterapkan tanpa dasar kapasitas dan integritas.
Demikian Ray Rangkuti mengatakan dalam program Bola Liar di Kompas TV, Jumat (5/6/2026) malam.
“Proses rekrutmen yang dilakukan oleh Presiden terhadap pejabat untuk di lingkaran BGN yang sebetulnya berlaku di hampir semua jabatan-jabatan pemerintahannya Pak Prabowo lebih bersifat kedekatan, koncoisme dibandingkan upaya untuk betul-betul melakukan semacam rekrutmen berdasarkan kapasitas, rekrutmen berdasarkan integritas,” kata Ray.
Ray pun mengaku sangat menyesalkan dengan adanya penangkapan yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap tiga pimpinan BGN. Padahal, kata Ray, BGN berfungsi untuk menjalankan program makan bergizi gratis yang merupakan prioritas pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Wamenkum: 65 Persen Penghuni Lapas di Indonesia Terpidana Kasus Narkotika
“Yang saya mau katakan itu, kenapa sih harus tunggu orang jadi korban dulu, itu maksud saya. Kenapa kita nggak jaga sejak dari awal, kan kita sudah tahu ini, pertama duitnya gede banget dalam setahun Rp360 triliun, asumsinya semua orang akan terfokus ke sana,” ujarnya.
“Yang kedua mana ada pengawasannya yang benar-benar. Lah wong Komisi IX yang bersama mengawasi BGN ini mana suaranya, wong nyatanya sudah ada pengadaan trail yang dipersoalkan oleh publik, pengadaan kaos kaki, pengadaan semir sepatu. Ini publiknya sudah riuh, tapi dipanggil nggak BGN?”
Sebelumnya Kejaksaan Agung resmi menangkap Dadan Hindayana (DH) selaku mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya (SS) selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi (pensiunan Irjen Polisi), dan Lodewyk Pusung (LP) mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi (pensiunan Letjen TNI) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan tata kelola program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026.
Baca Juga: Boyamin MAKI Minta Kejagung Tambah Jumlah Tersangka Kasus Korupsi di BGN: Eselon 1, Punya 20 SPPG
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- badan gizi nasional
- 3 pimpinan bgn ditangkap
- bgn
- presiden prabowo subianto
- rekruitmen prabowo bersifat koncoisme




