Kuwait City: Sistem pertahanan udara Kuwait dikerahkan untuk menghadapi ancaman rudal dan drone yang disebut berasal dari pihak musuh, sementara Bahrain membunyikan sirene darurat dan meminta warga segera mencari tempat perlindungan aman pada Sabtu.
Militer Kuwait melalui pernyataan di platform X menyebut Staf Umum Angkatan Bersenjata memastikan suara ledakan yang terdengar berasal dari proses pencegatan target udara oleh sistem pertahanan negara.
“Setiap ledakan yang mungkin terdengar merupakan hasil intersepsi sistem pertahanan udara terhadap target musuh,” ujar pernyataan militer Kuwait, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu, 6 Juni 2026.
Pihak militer juga meminta masyarakat mematuhi instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan otoritas terkait.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengonfirmasi bahwa sirene darurat telah diaktifkan di negara tersebut.
“Warga negara dan penduduk diminta tetap tenang dan menuju tempat aman terdekat,” tulis kementerian melalui platform X.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS di kawasan, serta mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan rute vital perdagangan energi global.
Meski gencatan senjata sempat diberlakukan, upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas hingga kini masih terus berlangsung.
Baca juga: GCC Kecam Serangan Iran terhadap Bahrain dan Kuwait, Serukan Respons Global




