jpnn.com - MAKASSAR - Bakal kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam bersilaturahmi dengan PWNU dan PCNU Sulawesi Selatan di Hotel UIN Alauddin, Makassar, Jumat (5/6).
Gus Salam mengaku pengin melihat, memahami, dan merasakan denyut nadi jam’iyyah NU di Sulsel.
BACA JUGA: Muktamar ke-35 NU Dijadwalkan 1-5 Agustus 2026, Lokasi Segera Ditentukan
“Saya datang untuk bersilaturahmi dan membawa pesan dari para kiai sepuh di Jawa," ujarnya.
Gus Salam menyampaikan pujiannya kepada pengurus dan penggerak NU Sulawesi Selatan.
“Semangat keagamaan mewarisi dan bersanad pada pendahulu kesultanan-kesultanan Bugis. Berkarakter dengan etos tinggi untuk menjaga harmoni sosial,” ujarnya.
"Apalagi, pimpinan dan pengurus NU Sulsel, dominan akademisi dengan keahlian dan spesifikasi yang bisa membawa jam’iyyah pada manfaat nyata bagi umat dan masyarakat,” imbuh Gus Salam.
Dia pun mengungkap bahwa potensi agraris dan maritim Sulawesi Selatan perlu dikelola untuk kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren atau jam’iyyah di tingkat MWC dan Ranting.
Jaringan 24 PCNU se-Sulsel menjadi modal mengonsolidasi keberdayaan umat, dan PBNU berperan sebagai konduktor yang mengorkestrasi berbagai inisiatif dan gerakan khidmah.
“PBNU bisa berperan untuk membuka jejaring ekonomi nasional, memfasilitasi lembaga keuangan syariah berbasis nahdiyin dan off-taker; pengatur sirkulasi produksi ke jaringan pasar,” kata Gus Salam.
Sementara itu, Ketua PWNU Sulsel KH Hamzah Harun Al-Rasyid meminta agar proses menuju Muktamar ke-35 NU dijalankan dengan keterbukaan dan menjaga persaudaraan.
Dia meminta kepada para kandidat beserta para pendukungnya agar fokus pada agenda kebaikan yang diperjuangkan dan tidak perlu saling menjelekkan atau merendahkan. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




