JAKARTA - Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abidin Fikri, menyebut kawasan Cigugur sebagai salah satu contoh terbaik laboratorium toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Hal itu diutarakannya saat menghadiri sosialisasi empat Pilar MPR RI saat Upacara Adat Seren Taun Cigugur, di Cagar Budaya Nasional Paseban Tri Panca Tunggal, Kuningan, Jawa Barat.
Menurutnya, upacara Seren Taun bukan sekadar ritual syukur atas hasil bumi, tetapi juga ruang perjumpaan berbagai latar belakang keyakinan yang dipersatukan oleh ikatan budaya asli Nusantara.
"Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Cigugur,” ujar Abidin Fikri, dikutip, Sabtu (6/6/2026).
“Nilai-nilai itu sudah dipraktikkan di sini selama berabad-abad. Seren Taun adalah bukti hidup bagaimana perbedaan keyakinan justru larut dalam harmoni gotong royong yang indah," lanjutnya.
Dia menegaskan, bahwa merawat prasasti peradaban seperti Paseban Tri Panca Tunggal adalah tanggung jawab lintas generasi.
Baca Juga:Dekan FH UMT: Kompolnas Perlu Diatur melalui Undang-Undang TersendiriKeberagaman yang terjaga dengan baik di situs ini merupakan benteng pertahanan terbaik bangsa dalam menangkal radikalisme dan polarisasi sosial.
"Ketika kita bicara masa depan bangsa, kita sedang bicara tentang bagaimana mewariskan kerukunan ini kepada anak cucu kita,”ujarnya.
“Konstitusi kita, UUD NRI 1945, menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya dan beribadah menurut agamanya itu. Di sinilah esensi kebebasan yang bertanggung jawab itu tegak berdiri," pungkasnya.
#nasional




