JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Jakarta Utara mengaku air PAM di rumah mereka tetap mengalir normal, meski sebelumnya ada pemberitahuan penghentian suplai sementara pada Jumat (5/6/2026) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (6/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Ketua RW 13 Penjaringan, Jakarta Utara, Tri Tanto, memastikan air PAM di lingkungannya tidak sempat mati.
Baca juga: Air PAM Mati Malam Ini, 3 Kelurahan di Jakut Diperkirakan Paling Akhir Pulih
"Sampai saat ini masih menyala dan enggak mati," ujar Tri di rumahnya, Sabtu pagi.
Sebelumnya, wilayah Penjaringan termasuk dalam 45 kelurahan yang bakal terdampak penghentian suplai air akibat perbaikan kelistrikan gardu milik PLN di Jalan Penjernihan II, Pejompongan, Jakarta Pusat.
Tiga kelurahan di Jakarta Utara, yakni Pejagalan, Ancol, dan Penjaringan diperkirakan menjadi wilayah paling akhir mendapatkan normalisasi pasokan air setelah penghentian sementara layanan pada Jumat (5/6/2026) malam.
Baca juga: Air PAM Mati di 45 Kelurahan Jakarta Mulai Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak
Tri mengaku sempat mengantisipasi dengan mengisi bak mandi di rumahnya.
Namun, air PAM tetap mengalir deras dan jernih sehingga persediaan airnya tidak terpakai.
Warga RW 13 lainnya, Rochim (42), juga menyebut suplai air di rumahnya tetap normal.
Karena pengumuman menyebut gangguan hanya sekitar empat jam, ia tidak sempat menampung air.
Hal serupa dialami Deni (45), warga RW 11 Penjaringan. Ia mengatakan air PAM tidak mati sejak malam sebelumnya.
"Saya Alhamdulillah sampai sekarang masih aman (menyala airnya)," ujar Deni.
Meski begitu, Deni tetap mengisi toren air di rumah sebagai langkah antisipasi jika suplai tiba-tiba terhenti.
Di wilayah Pejagalan, warga juga sempat bersiap menghadapi kemungkinan gangguan. Eko (60), warga RW 16, mengaku menampung air di berbagai wadah setelah menerima pemberitahuan dari PAM Jaya.
"Di ember 25 kilogram, ada di bak juga, terus di drum plastik ukuran 200 liter," ujar Eko.