Liputan6.com, Jakarta - Masa depan Jakarta tidak bisa dilepaskan dari kawasan aglomerasi. Pemerintah menilai berbagai persoalan klasik ibu kota, mulai dari banjir, kemacetan hingga pengelolaan sampah, hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama lintas wilayah yang terintegrasi.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, semakin besar sebuah kawasan metropolitan, semakin besar pula kebutuhan akan otoritas dan kewenangan bersama yang jelas. Karena itu, Jakarta dan daerah penyangganya harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam perencanaan pembangunan.
Advertisement
"Semakin besar kawasan metropolitan, maka semakin besar kebutuhan untuk kewenangan otoritas yang jelas, sehingga masa depan Jakarta tidak bisa dipisahkan dari konteks aglomerasi," ujar Bima dalam acara Urban Talks Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Menurut Bima, Jakarta kini telah berkembang menjadi salah satu kawasan megapolitan terbesar di dunia. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah penduduk kawasan aglomerasi Jakarta yang mencakup Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mencapai 41,9 juta jiwa. Angka tersebut bahkan melampaui populasi kawasan metropolitan Tokyo maupun Dhaka.




