PLN EPI Bidik Pengembangan Bio-CNG Limbah Sawit untuk Pasok Energi PLTGU Belawan

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi hijau dan percepatan transisi energi nasional. 

Produk Bio-CNG tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan energi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan di Sumatera Utara yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 megawatt (MW).

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pengembangan Bio-CNG menjadi langkah strategis perusahaan dalam mengoptimalkan potensi limbah biomassa domestik sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

“PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi yang bernilai tambah. Melalui kerja sama dengan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit, Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi Bio-CNG untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik,” ujar Hokkop dalam kegiatan Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM di Medan, Sumatera Utara, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Menurut Hokkop, Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah yang memiliki prospek besar untuk pengembangan Bio-CNG karena merupakan sentra industri kelapa sawit nasional. 

Baca Juga: PLN EPI Gandeng ITERA Kembangkan Kaliandra dan Sorgum untuk Biomassa hingga Hidrogen Hijau

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di provinsi tersebut dengan 237 pabrik kelapa sawit yang berpotensi menjadi sumber bahan baku biometana.

Untuk merealisasikan pengembangan tersebut, PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia yang memiliki teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi Bio-CNG. 

Pemanfaatan energi berbasis limbah sawit tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan energi bagi sistem kelistrikan Sumatera bagian utara, di mana PLTGU Belawan berkontribusi sekitar 30% terhadap sistem tersebut.

“Kami melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan Bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit (PKS) agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi,” tutur Hokkop.

Selain mendukung ketahanan energi, pengembangan biometana juga dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi industri sawit. Pemanfaatan limbah cair sawit menjadi energi dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari sektor perkebunan.

PLN EPI menilai pemanfaatan biometana sejalan dengan target transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emissions melalui peningkatan penggunaan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wayan Sudirta: Pemikiran Soekarno Tetap Relevan Hadapi Krisis Geopolitik hingga Penegakan Hukum
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Imigrasi Papua Barat periksa dua WNA terkait pidana keimigrasian
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Fictophilia: Ketika Kamu Jatuh Cinta pada Karakter yang Tidak Pernah Ada
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi BNN Bekuk 2 Warga Rusia di Bali Penyelundup 7,8 Kg Narkoba
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Menkop tegaskan koperasi ujung tombak ekonomi Pancasila 
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.