jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, rata-rata konsumsi minyak goreng masyarakat di provinsi ini pada 2025 mencapai sekitar 1,2 liter per kapita per bulan.
Melihat fenomena itu dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup PT Sumbawa Timur Mining (STM) mendorong pelajar mengolah sampah domestik di area kerja Proyek Hu’u dan sekitarnya.
BACA JUGA: Sambut Hari Lingkungan Hidup, PT DPM Bagikan 1.400 Bibit Kopi dan Kemiri untuk Petani Dairi
Tahun ini, STM membuka rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mengajak pelajar SMAN 1 Pajo, Kabupaten Dompu, mendaur ulang limbah domestik berupa minyak jelantah.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pajo, Amar Hadi, S.Pd., menyambut baik inisiatif STM yang merangkul para pelajar dalam kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
BACA JUGA: J Trust Bank Hadirkan Gerakan Nyata untuk Lingkungan Melalui Produk Perbankan
"Siswa dapat merasakan langsung bagaimana mereka menjaga lingkungan, membuat lingkungan menjadi sehat, dan mendaur ulang minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya.
Dia menambahkan kegiatan ini selaras dengan nilai yang diterapkan di SMAN 1 Pajo, yakni pendidikan yang dekat dengan bumi.
Dalam kesempatan ini, Amar Hadi juga berharap agar STM dapat terus mendukung pengembangan kualitas pendidikan di Kabupaten Dompu, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.
“Harapan kami, semoga STM dapat terus mencerdaskan masyarakat, membuat para pelajar well educate, tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. Terima kasih STM, semoga sukses selalu,” ungkap Amar Hadi seusai acara.
Pelestarian lingkungan terpadu Principal Environmental Advisor STM, Ratri Auliandari, menerangkan edukasi lingkungan bagi pelajar SMAN 1 Pajo merupakan kelanjutan dari program “Sustainability Goes to School”.
Program ini dilakukan secara bergilir di sekolah-sekolah yang berlokasi di sekitar area kerja STM.
Sebelumnya, program lingkungan proaktif ini berlangsung di SDN 12 Hu’u, Kecamatan Hu’u, dengan materi edukasi tentang daur ulang sampah plastik.
Ratri menambahkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, STM tidak hanya memberikan edukasi tentang daur ulang di SMAN 1 Pajo.
“Kami juga memiliki program lingkungan yang melibatkan berbagai pihak, seperti penanaman pohon bersama masyarakat Desa Sawe dan lokakarya lingkungan bagi karyawan dan mitra kerja STM di Site Hu’u," jelas dia.
Ratri rangkaian kegiatan tersebut melengkapi upaya terpadu STM dalam pelestarian lingkungan, baik di dalam maupun luar area kerja perusahaan.
“Berbagai upaya pelestarian lingkungan seperti studi rona awal, pemantauan rutin, hingga pembibitan tanaman, juga terus kami lakukan agar perkembangan Proyek Hu’u selaras dengan kelestarian alam di sekitarnya," tegas Ratri.
Adapun sebagai wujud komitmen, STM juga telah memiliki sertifikat internasional ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, menunjukkan kesungguhan perusahaan terhadap perlindungan lingkungan bahkan sejak tahap eksplorasi.(era/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




