Kabar tersebut semakin menguat setelah STY disebut telah menjalin komunikasi dengan manajemen Persija sejak April 2026. Pelatih asal Korea Selatan itu dikabarkan membuka peluang kembali ke Indonesia, namun kali ini di level klub.
Menurut laporan dari media Korea, newsworker.co.kr, alasan STY mempertimbangkan tawaran tersebut karena stabilitas finansial Persija Jakarta. Selain itu, dukungan sponsor asal Korea Selatan, Hyundai, juga disebut menjadi faktor yang memperkuat peluang negosiasi.
Kombinasi finansial klub dan dukungan sponsor dinilai membuat Persija menjadi opsi menarik bagi STY untuk melanjutkan karier kepelatihan di Asia Tenggara.
Faktor lain yang memperkuat rumor ini adalah komposisi pemain Persija saat ini. Beberapa pemain disebut pernah menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia saat ditangani STY.
Nama seperti Rizky Ridho dan Witan Sulaeman dianggap sudah memahami sistem permainan STY, sehingga dinilai dapat mempercepat adaptasi jika sang pelatih benar-benar kembali ke Indonesia.
Meski rumor STY semakin kuat, Persija belum memberikan konfirmasi resmi terkait pelatih baru. Manajemen klub masih mempertimbangkan beberapa nama lain untuk posisi tersebut.
Salah satu kandidat yang juga masuk bursa adalah Luciano Leandro yang saat ini berada di Jakarta dan sedang dalam tahap pertimbangan internal klub.
Situasi ini membuat para pendukung Persija, The Jakmania, masih harus menunggu keputusan resmi klub. Berdasarkan kabar yang beredar, Persija berpotensi mengumumkan pelatih baru untuk musim 2026/2027 pada Senin, 8 Juni 2026 melalui konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS). Keputusan ini sangat dinantikan oleh Jakmania yang berharap hadirnya sosok pelatih berpengalaman untuk membawa klub kembali bersaing di papan atas.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





