BMKG: Bediding Fenomena Musiman, Bukan Cuaca Ekstrem

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan narasi yang beredar di media sosial dengan menegaskan bahwa fenomena bediding — turunnya suhu udara pada malam hingga pagi hari, bukanlah kejadian cuaca ekstrem.

“Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah fenomena yang ‘melanda’ seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan,” kata Ida Pramuwardani, Direktur Meteorologi Publik BMKG, di Jakarta, seperti dilaporkan Antara, Sabtu (6/6/2026).

Ida menjelaskan, rasa dingin yang menguat pada malam hingga pagi hari terjadi karena panas bumi langsung terlepas ke atmosfer tanpa ada awan yang menahannya. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya kelembapan udara dan menguatnya aliran massa udara kering dari Australia. Suhu dingin musiman ini biasanya mulai terasa pada Juni dan memuncak pada Juli–Agustus, terutama saat langit malam cerah dan Monsun Australia semakin kuat.

BMKG menegaskan bediding tidak terjadi merata di seluruh Indonesia, melainkan hanya di wilayah dengan langit cerah, kelembapan rendah, dan curah hujan yang mulai berkurang. Wilayah yang paling awal dan paling jelas merasakannya umumnya berada di Indonesia bagian selatan, meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, wilayah selatan Jawa, dataran tinggi Jawa, serta sebagian Sumatera Selatan dan Lampung.

Ida menyarankan masyarakat di wilayah terdampak untuk mengenakan pakaian hangat dan memperbanyak konsumsi air putih agar tetap nyaman beraktivitas.

Fenomena ini sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @4climate yang menyebut suhu dingin mulai melanda wilayah selatan Indonesia. Wilayah Batu, Malang, Jawa Timur bahkan disebut bisa mencapai 13–16 derajat Celsius pada pukul 03.00–06.00.

Meski penjelasan dalam unggahan tersebut secara umum sejalan dengan definisi meteorologi, BMKG menilai perlu memberikan edukasi agar masyarakat dapat membedakan variasi iklim musiman yang normal dari fenomena cuaca ekstrem.(ant/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putin: Tak Ada Permintaan Senjata dari Iran
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Istana Bantah Rumor Reshuffle Purbaya hingga Pergantian Bos BI
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemerintah Prediksi Tarif RI Jadi 18% usai Negosiasi dengan AS
• 14 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Oknum ASN PPPK Pemkab Bekasi Terciduk Simpan Narkoba, Tunjangan Langsung Disetop Total
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Dituduh Eksploitasi Lebanon, Iran Balas Presiden Aoun: Selamatkan Negara Anda dari Musuh Sebenarnya
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.