JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik di Jakarta ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
"Untuk targetnya tahun 2028 atau 2029," ucap Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik (SPBE/ERP) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Zulkifli dalam acara Jakarta Feature Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Zulkifli, target tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta.
Baca juga: Mobil Damkar Tertimpa Reruntuhan Beton Gedung Dinas LH di Kramat Jati Jaktim
Nantinya penerapan ERP akan dilakukan di wilayah-wilayah yang menjadi sentral bisnis di Jakarta.
"Jalan Imam Bonjol, Thamrin, Kuningan, dan Gatot Subroto. Saya pikir itu adalah lokasi yang paling ideal di kawasan Segitiga Emas," sambungnya.
Terkait besaran tarif ERP, hal ini belum dapat dipastikan karena masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Zulkifli mengatakan, penentuan tarif ERP tidak bisa dilakukan saat ini karena harus menyesuaikan kondisi ekonomi pada saat kebijakan tersebut diterapkan.
"Nanti saat akan diimplementasikan, kisarannya bisa berbeda karena harus mempertimbangkan ability to pay atau kemampuan membayar dan willingness to pay atau kemauan membayar," ungkap Zulkifli.
Ia menambahkan, survei akan dilakukan sekitar satu tahun sebelum ERP diterapkan untuk menentukan besaran tarif yang sesuai.
Baca juga: Bekas Galian di Kramat Jati Jaktim Tak Diperbaiki, Warga Khawatir Picu Kecelakaan
Zulkifli mengungkapkan, rencana penerapan ERP sebenarnya telah dibahas selama sekitar satu dekade. Namun, berbagai kendala membuat kebijakan tersebut belum dapat direalisasikan hingga sekarang.
Salah satu faktor yang dinilai menghambat implementasi ERP adalah pergantian kepemimpinan di Jakarta yang cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Zulkifli optimistis ERP dapat diterapkan dan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang