Terkini, Makassar — Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) memberikan beasiswa pendidikan strata satu (S1) kepada dua pelajar asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana dan Meivylicha Putri Aurelia Kamal.
Keduanya merupakan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional yang sempat menjadi perhatian publik akibat polemik seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Melalui program tersebut, Cathlyn dan Meivy berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok.
Beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup selama masa studi, sementara penerima hanya perlu menyiapkan biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyerahan beasiswa berlangsung di Pier 52 Makassar Golden Hotel, Sabtu (6/6/2026), dan diikuti secara hybrid oleh jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah INTI, orang tua penerima beasiswa, serta perwakilan Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Makassar.
Ketua Harian Pengurus Pusat INTI, Ulung Rusman, mengatakan pemberian beasiswa merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pendidikan dan pengembangan generasi muda Indonesia.
“Saya ingin mengingatkan bahwa INTI adalah organisasi kebangsaan. Selama 27 tahun kami berkomitmen membangun Indonesia tanpa diskriminasi,”bebernya.
“Kami menaruh perhatian terhadap dinamika yang terjadi di Sulawesi Selatan dan hadir untuk memberikan dukungan kepada adik-adik generasi muda agar terus berkarya dan terus mencintai Indonesia,”lanjutnya.
Menurut Ulung, program beasiswa telah lama menjadi salah satu fokus utama INTI dalam mencetak generasi muda yang mampu berkontribusi bagi bangsa.
“Program beasiswa ini sudah lama kami jalankan. Pendidikan adalah salah satu fokus utama kami untuk menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi bangsa,” katanya.
Ketua Gema INTI, Erfan Sutono, menegaskan pihaknya hadir memberikan dukungan kepada Cathlyn dan Meivy saat polemik yang mereka hadapi menjadi perhatian publik.
“Ketika organisasi lain memilih diam, INTI dan Gema INTI hadir untuk mengawal. Kami ingin memastikan Cathlyn dan Meivy tetap memiliki ruang untuk berkembang dan mengejar masa depan mereka,” ujar Erfan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah INTI Sulawesi Selatan, Albertus Yap, menilai kedua pelajar tersebut memiliki semangat, kerja keras, dan prestasi yang patut diapresiasi.
“Kami melihat semangat, kerja keras, dan prestasi yang luar biasa dari mereka. Yang kami lihat adalah Merah Putih yang berkibar. Beasiswa ini kami berikan agar mereka tetap fokus belajar, terus berkarya, dan tetap mengejar mimpi,” katanya.
Albertus juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang tetap memberikan kesempatan kepada Cathlyn dan Meivy untuk bertugas sebagai Paskibraka tingkat provinsi.
Menurutnya, pemberian beasiswa juga menjadi bentuk dukungan moral agar keduanya tetap optimistis menatap masa depan.
“Kami ingin mereka bangkit dan melihat bahwa jalan menuju kesuksesan tidak hanya satu. Masih banyak kesempatan untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa,” tuturnya.
Cathlyn mengaku bersyukur atas dukungan yang diterimanya dan berkomitmen memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
“Saya sangat berterima kasih kepada INTI dan Gema INTI yang telah mendukung saya. Saya akan terus belajar agar tidak mengecewakan orang-orang yang sudah mendukung saya sejak awal,” ujarnya.
Saat ini, Cathlyn tengah mempersiapkan diri dengan mempelajari Bahasa Mandarin. Ia menargetkan dapat melanjutkan pendidikan di universitas ternama Tiongkok, seperti Tsinghua University maupun Peking University.
Senada dengan itu, Meivy menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepadanya.
“Saya sangat berterima kasih karena telah diperhatikan oleh INTI dan Gema INTI. Saya sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan,” katanya.
Perwakilan DPPI Makassar, Annas, menyebut dukungan yang diterima Cathlyn dan Meivy sebagai momentum bersejarah dalam proses seleksi Paskibraka.
“Ini menjadi sejarah. Dari sekian banyak proses seleksi paskibraka yang pernah terjadi, baru kali ini calon paskibraka mendapatkan dukungan beasiswa seperti ini. Artinya, perjuangan mereka tidak berjalan sendiri karena ada banyak pihak yang peduli dan mengawal,” ujarnya.
Rasa syukur juga disampaikan oleh orang tua kedua penerima beasiswa. Melinda Djie dan Monna Meitasari mengaku tidak menyangka anak-anak mereka memperoleh kesempatan besar di tengah kekecewaan yang sempat dirasakan.
“Di balik rasa kecewa, anak-anak kami justru mendapatkan rezeki yang luar biasa. Ini adalah impian banyak anak. Kami berharap mereka bisa menjalani amanah ini dengan baik dan terus berprestasi,” ujar keduanya.




