Pemerintah meminta pengelola destinasi wisata di seluruh Indonesia meningkatkan kesiapan menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada periode libur sekolah yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Juni hingga Juli 2027. Masa liburan ini disebut sebagai salah satu momentum penting bagi pergerakan wisatawan nusantara.
Ni Luh Puspa Wakil Menteri Pariwisata menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan destinasi wisata tetap aman, nyaman, dan berkualitas selama periode puncak kunjungan tersebut.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat terus berkolaborasi menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang serta membawa kesan positif terhadap pariwisata Indonesia,” ujar Ni Luh dilansir dari Antara, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, libur sekolah secara konsisten menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya mobilitas wisata domestik. Karena itu, kesiapan destinasi menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas layanan sekaligus pengalaman wisatawan.
Pemerintah menekankan agar pengelola destinasi memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung dalam kondisi optimal, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah pengunjung di berbagai daerah wisata unggulan.
Ni Luh Puspa menambahkan, periode libur sekolah juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas tata kelola destinasi wisata di Indonesia. Hal ini mencakup kesiapan infrastruktur, manajemen pengunjung, hingga standar keselamatan di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pengelola destinasi perlu memperhatikan berbagai aspek penting, mulai dari mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata.
“Jadi, penting bagi pengelola destinasi wisata untuk mempersiapkan sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, dan sumber daya manusia guna menghadirkan pengalaman wisata yang aman dan nyaman,” ujarnya. (ant/saf/iss)




