Anak Lebam Usai Jatuh, Sebaiknya Kompres Air Dingin atau Hangat?

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Saat anak terjatuh dan mengalami benjolan, bengkak, atau lebam, banyak orang tua langsung panik dan bingung harus memberikan kompres air dingin atau hangat. Pemilihan jenis kompres yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri, pembengkakan, dan mempercepat pemulihan si kecil.

Lalu, kapan sebaiknya menggunakan kompres dingin, dan kapan perlu beralih ke kompres hangat?

Kompres Dingin untuk Cedera yang Baru Terjadi

Mengutip Mayo Clinic, jika anak baru saja terjatuh dan muncul bengkak, kompres dingin biasanya menjadi pertolongan pertama yang direkomendasikan.

Kompres dingin bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah di area yang cedera. Hal ini dapat membantu mengurangi aliran darah ke area tersebut sehingga pembengkakan dan peradangan tidak semakin parah. Selain itu, sensasi dingin juga dapat membantu meredakan nyeri.

Orang tua dapat menggunakan es batu yang dibungkus handuk, kantong gel dingin, atau handuk yang dibasahi air dingin. Tempelkan pada area yang bengkak selama sekitar 15–20 menit, lalu istirahatkan kulit sebelum mengulanginya kembali bila diperlukan.

Namun, hindari menempelkan es langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi atau cedera akibat suhu yang terlalu dingin.

Kapan Kompres Hangat Boleh Diberikan?

Kompres hangat umumnya tidak dianjurkan pada 24–48 jam pertama setelah cedera.

Pasalnya, suhu hangat dapat melebarkan pembuluh darah sehingga berpotensi meningkatkan pembengkakan yang masih aktif. Karena itu, penggunaan kompres hangat sebaiknya menunggu hingga fase peradangan awal mereda.

Setelah beberapa hari, ketika bengkak mulai berkurang tetapi area yang cedera masih terasa kaku atau pegal, kompres hangat dapat membantu melancarkan aliran darah dan membuat otot lebih rileks.

Tanda Anak Perlu Diperiksakan ke Dokter

Meski sebagian besar benturan ringan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, orang tua tetap perlu waspada terhadap beberapa gejala berikut:

* Bengkak semakin besar atau tidak membaik.

* Nyeri sangat hebat.

* Anak sulit menggerakkan bagian tubuh yang cedera.

* Area yang terbentur tampak berubah bentuk.

* Anak mengalami muntah, mengantuk berlebihan, atau kehilangan kesadaran setelah terbentur kepala.

* Anak sulit berjalan atau menggunakan anggota tubuh yang cedera.

Jika muncul salah satu tanda tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada cedera yang lebih serius, seperti patah tulang atau cedera kepala.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Indonesia vs Oman, Garuda Sukses Gunduli 3-0
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Pimpin Balapan Sejak Putaran Pertama, Marc Marquez Juarai Sprint Race MotoGP Hungaria 2026
• 41 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Profil Frans Putros, Bek Persib yang Masuk Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Ini Sepak Terjangnya di Dunia Bola!
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Kuwait dan Bahrain Aktifkan Respons Darurat akibat Ancaman Rudal dan Drone
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
FIFA Bayar US$355 Juta ke Klub yang Lepas Pemainnya ke Piala Dunia 2026
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.