Microsoft Rilis Majorana 2, Chip Kuantum yang Diklaim 1.000 Kali Lebih Stabil

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Microsoft mengumumkan generasi terbaru chip komputasi kuantumnya, Majorana 2. Kehadiran Majorana 2 diklaim membawa lompatan besar dalam upaya mewujudkan komputer kuantum yang lebih stabil dan siap digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan kompleks di dunia nyata.

Peluncuran ini dilakukan beberapa bulan setelah Microsoft mengklaim berhasil mencetak terobosan penting melalui Majorana 1, prosesor kuantum pertama perusahaan yang berbasis qubit topologis (topological qubits).

Klaim tersebut sempat memicu perdebatan di kalangan ilmuwan karena sejumlah fisikawan mempertanyakan sejauh mana pencapaian itu benar-benar telah dibuktikan. Kini, Microsoft mengatakan telah melangkah lebih jauh dengan menghadirkan Majorana 2.

Dalam komputasi kuantum, qubit merupakan unit dasar informasi mirip dengan bit biner pada komputer konvensional. Bedanya, qubit memiliki kemampuan untuk berada dalam beberapa keadaan sekaligus sehingga berpotensi menghasilkan daya komputasi jauh lebih besar.

Microsoft mengklaim qubit yang digunakan pada Majorana 2 memiliki tingkat keandalan hingga 1.000 kali lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut dicapai berkat penggunaan material baru serta bantuan teknologi Agentic AI (artificial intelligence) dari platform Microsoft Discovery.

"Untuk menciptakan Majorana 2, tim Microsoft Quantum menyempurnakan susunan material pada Majorana 1 guna menghasilkan fase topologis yang lebih stabil," kata Chetan Nayak, Technical Fellow sekaligus Corporate Vice President of Quantum Hardware Microsoft, mengutip The Verge.

Menurut Nayak, Majorana 2 menggantikan material superkonduktor berbahan aluminium yang digunakan pada Majorana 1 dengan timbal (lead). Selain itu, wilayah semikonduktor aktifnya kini menggunakan kombinasi indium arsenide dan indium arsenide antimonide.

Perubahan material tersebut mampu meningkatkan performa dan stabilitas qubit secara signifikan. Salah satu tantangan terbesar dalam komputasi kuantum adalah menjaga qubit tetap stabil dalam waktu yang cukup lama untuk melakukan perhitungan kompleks.

Pada Majorana 1, masa hidup qubit hanya berkisar antara satu hingga 12 milidetik sebelum mengalami gangguan atau kehilangan informasi. Sementara pada Majorana 2, Microsoft mengklaim masa hidup qubit kini telah melampaui 20 detik. Bahkan, beberapa qubit mampu bertahan lebih dari satu menit.

"Dibandingkan Majorana 1 berbasis aluminium, peningkatan stabilitas ini lebih dari 1.000 kali lipat," ujar Nayak.

Peningkatan tersebut menjadi alasan utama Microsoft semakin optimistis bahwa komputer kuantum yang benar-benar bermanfaat dapat hadir lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Seiring perkembangan yang disebut berlangsung lebih cepat dari ekspektasi, Microsoft memutuskan mempercepat roadmap pengembangan komputasi kuantumnya.

Menurutnya, Microsoft berhasil memangkas target waktu pengembangan hingga setengahnya dan kini menargetkan pencapaian tersebut pada 2029. Microsoft juga tengah membangun fault-tolerant quantum computer berbasis qubit topologis.

Jika berhasil diwujudkan, teknologi ini diyakini mampu membantu memecahkan berbagai persoalan yang sulit diselesaikan komputer konvensional, mulai dari penemuan material baru, pengembangan obat, hingga simulasi ilmiah berskala besar.

Bersamaan dengan pengumuman Majorana 2, Microsoft juga resmi merilis Microsoft Discovery untuk para pelanggan dan peneliti. Platform ini merupakan sistem yang membantu proses pengembangan chip Majorana melalui pemanfaatan agentic AI, yakni AI yang mampu menjalankan serangkaian tugas dan proses penelitian secara lebih mandiri.

Microsoft Discovery dirancang untuk membantu kegiatan riset dan pengembangan (R&D), mulai dari eksplorasi material baru hingga pengujian berbagai kemungkinan eksperimen. Versi aplikasi lokal Microsoft Discovery kini juga tersedia melalui GitHub. Para peneliti dapat mengaksesnya menggunakan akun GitHub Copilot.

Langkah ini menunjukkan bagaimana Microsoft tidak hanya berfokus mengembangkan perangkat keras komputasi kuantum, tetapi juga membangun ekosistem AI yang dapat mempercepat proses penemuan ilmiah di berbagai bidang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Kabinet Akan Putuskan Skema Bagi Hasil Minerba Ala Migas yang Dikaji Pemerintah
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Kunjungan Wisman Tumbuh 8,24 Persen, Devisa Pariwisata Tembus USD4,05 Miliar
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
SCG Divestasi Saham TPIA Rp14,1 Triliun, Kepemilikan Susut ke 15,71%
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Berbekal Pelatihan di Korsel, Desi Cari Cuan dari Jasa Makeup Penonton Konser
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Pigai Usul Sipil Duduki Jabatan di Polri, Sahroni: Jangan yang Enggak-Enggak!
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.