HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah strategis dengan menggandeng sekolah swasta dalam penerimaan peserta didik baru (SPMB) 2026, guna memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa terkendala keterbatasan tempat di sekolah negeri. Skema pembiayaan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen memperluas kesempatan belajar bagi seluruh anak di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak generasi muda melalui kurikulum berbasis budaya lokal. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai moral yang diajarkan lewat norma, bahasa, dan tradisi sehari-hari sangat efektif dalam membentuk karakter anak.
Kita ingin memastikan anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki adab dan etika yang baik, kata Munafri saat menghadiri kegiatan Celebration 2026 di Bosowa School Makassar, Sabtu (6/6/2026).
Bagaimana mereka menghargai orang yang lebih tua, memahami makna kata ‘tabe’, serta menjaga sopan santun dalam kehidupan sehari-hari, jelas politisi Golkar tersebut.
Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota tengah melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum pendidikan dasar melalui Dinas Pendidikan dengan fokus memperkuat pendidikan karakter, budi pekerti, akhlak, serta menambah porsi pembelajaran agama di sekolah. Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi menuntut peran lebih besar dari keluarga dan sekolah dalam membimbing anak-anak.
Jangan hanya mendidik anak-anak dari sisi kecerdasannya, tetapi bangun juga ketakwaannya. Percuma anak-anak itu pintar kalau adabnya hilang. Ini yang harus kita jaga bersama, terang Munafri.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua sebagai lingkungan utama pembentukan karakter anak. Sekolah mungkin hanya 20 sampai 30 persen, selebihnya ada di rumah. Orang tua harus terus belajar memahami dunia anak-anaknya, membangun komunikasi yang baik, serta mengawasi berbagai tantangan yang mereka hadapi di era digital saat ini, pungkas Wali Kota Makassar.
Pendidikan BerkualitasSelain memperkuat pendidikan karakter, Munafri menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk memastikan akses pendidikan layak bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia telah meminta Bosowa School dan sejumlah sekolah swasta lainnya menyediakan kuota bagi anak-anak kurang beruntung agar dapat menikmati pendidikan berkualitas pada SPMB 2026.
Saya sudah meminta kepada Bosowa School dan sejumlah sekolah swasta lainnya agar menyiapkan beberapa bangku untuk anak-anak yang kurang beruntung. Mereka juga memiliki mimpi yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik, seru Munafri.
Menurutnya, banyak anak dari keluarga kurang mampu hanya bisa memandang sekolah unggulan dari luar pagar meskipun memiliki cita-cita dan potensi besar. Oleh sebab itu, kerja sama dengan sekolah swasta menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Munafri menyebut sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fokus utama pembangunan Kota Makassar. Pemerintah kota juga berupaya meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk memberikan insentif tambahan bagi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan.
Menutup sambutannya, Munafri berharap Bosowa School tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui program sosial dan pendidikan. Ia memberikan pesan kepada para siswa yang menyelesaikan pendidikan agar terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
“Ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari perjalanan baru yang akan menentukan arah hidup dan cita-cita kalian. Teruslah belajar, jaga akhlak, dan jadilah generasi yang cerdas, berkarakter,” jelasnya. (*/)





