jpnn.com, JAKARTA - Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendatangi lokasi pameran seni rupa bertajuk Mata Hati Soekarno di Le Gareca Space, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6).
Megawati kemudian tampak tersenyum ketika melihat lukisan bersejarah berjudul "Ku Antar ke Seberang" karya perupa Agus Noor.
BACA JUGA: Pesan Megawati soal Rencana Pemberian Gelar Pahlawan: Hati-Hati, Jangan Gampang
Lukisan tersebut menangkap momen masa kecil Megawati saat masih berusia tiga, duduk di boncengan sepeda yang tengah dikayuh oleh sang ayah, yakni Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno.
Mata Megawati tampak berkaca-kaca memandangi representasi visual kebersamaannya dengan Bung Karno.
BACA JUGA: Bupati Sugiri Ditangkap KPK, Said PDIP Ungkit Pesan Megawati Soal Tak Intervensi Hukum
Adapun, Megawati didampingi Permaisuri Karaton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas hingga pemrakarsa pameran Butet Kartaredjasa ketika datang ke lokasi pameran.
Butet yang mendampingi Megawati langsung memanggil sang seniman Agus Noor untuk maju dan menemui Megawati.
BACA JUGA: Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
Megawati lantas mengajak Agus Noor berbincang sejenak, lalu bertanya soal ide lukisan dibuat.
"Ide lukisan itu, Bung Karno oleh sejarah disebut yang mengantar Bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Apakah hari ini hanya sampai gerbang saja, bagaimana membawa ke seberang setelah kemerdekan," kata Agus Noor.
Dia mengatakan sepeda dalam lukisan dibuat sebagai lambang kendaraan rakyat yang dikayuh.
Setelah berbincang, Megawati melanjutkan langkah lebih dalam ke ruang galeri pameran dan mengamati sebuah karya kontemporer sarat kritik sejarah yang bertajuk Supermemar.
Karya ini merupakan sebuah plesetan visual dari dokumen historis Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) tahun 1966.
Melalui lukisan ini, sang perupa mencoba menghadirkan autokritik sejarah atas mandat pemulihan keamanan pascaperistiwa G30S/PKI.
Megawati juga sempat melirik sejenak ke lukisan mata uang rupiah dengan nominal 100 ribu.
Pelukis Melodia mengatakan dirinya terinspirasi mengambil kata Mencapai Indonesia Merdeka yang ditaruh di dalam uang dengan nilai tertinggi tersebut.
"Itu saya ambil dari goresan tangan Bung Karno tahun 1933. Bung Karno visioner mendambakan kemerdekaan Indonesia dan dikaitkan dengan situasi saat ini," ucap Melodia.
Sebelum mengakhiri kegiatan di galeri, Megawati memberikan perhatian mendalam pada lukisan karya Josua Tobing yang berjudul "Restu".
Lukisan ini menangkap momen sakral saat Bung Karno bersimpuh takzim memohon doa di hadapan sang ibunda Ida Ayu Nyoman Rai.
Mendengarkan paparan Butet, Megawati tampak manggut-manggut mengagumi kedalaman makna lukisan tersebut.
Kegiatan peninjauan karya dilakukan sesaat setelah Megawati secara resmi membuka pameran seni rupa tersebut secara simbolis.
Pameran ini digelar khusus untuk memperingati 125 tahun hari lahir Bung Karno dengan menghadirkan karya-karya terbaik dari 47 perupa lintas generasi. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Megawati Soekarnoputri Tiba di Roma untuk Menghadiri World Leaders Summit
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




