FIFA longgarkan aturan larangan botol minum di Piala Dunia 2026

antaranews.com
19 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - FIFA akhirnya melonggarkan aturan terkait larangan membawa botol minum ke dalam stadion selama Piala Dunia 2026 setelah mendapat kritik dari berbagai pihak.

Melalui media sosial resmi pada Jumat, badan sepak bola dunia itu menyebut seluruh penonton diizinkan membawa satu botol air minum berbahan plastik lunak yang masih tersegel pabrik saat memasuki stadion di Amerika Serikat dan Kanada.

"Semua penggemar boleh membawa satu botol air minum sekali pakai berbahan plastik lunak berukuran 20 ons (590 ml) yang masih tersegel pabrik ke dalam pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat dan Kanada," demikian pernyataan FIFA.

Meski demikian, FIFA tetap mempertahankan larangan terhadap botol minum isi ulang berbahan keras. Organisasi tersebut beralasan keputusan itu diambil demi menjaga keamanan di dalam stadion.

FIFA khawatir botol berbahan keras berpotensi digunakan sebagai benda yang dilempar ke arah pemain, suporter lawan, maupun petugas keamanan.

Karena itu, aturan mengenai botol isi ulang tidak mengalami perubahan meskipun kebijakan terkait botol plastik sekali pakai telah dilonggarkan.

Baca juga: FIFA uji coba aturan baru pergantian pemain dalam Piala Dunia Klub

Keputusan FIFA sebelumnya sempat memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, termasuk pejabat publik di kota-kota tuan rumah.

Banyak pihak menilai larangan membawa botol minum dapat membahayakan kesehatan penonton, terutama karena turnamen akan berlangsung pada musim panas dengan suhu yang tinggi.

Selain alasan kesehatan, FIFA juga mendapat tudingan bahwa larangan tersebut berpotensi menguntungkan penjualan minuman di dalam stadion. Seperti diketahui, air mineral, minuman ringan, dan jus yang dijual selama Piala Dunia dipasok secara eksklusif oleh salah satu sponsor utama FIFA, Coca-Cola.

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang dibayangi tantangan cuaca ekstrem.

Selain suhu yang diperkirakan dapat melampaui 32 derajat Celsius di sejumlah kota tuan rumah, turnamen juga berpotensi terganggu oleh hujan badai dan petir.

Dalam kondisi tersebut, ketersediaan air minum yang memadai dinilai menjadi kebutuhan penting, tidak hanya bagi para pemain yang bertanding, tetapi juga jutaan suporter yang akan memadati stadion selama berlangsungnya turnamen.

Dengan pelonggaran aturan ini, FIFA berharap dapat meredam kekhawatiran publik sekaligus tetap menjaga aspek keamanan di dalam arena pertandingan.

Baca juga: FIFA ubah aturan cegah taktik bola mati ala Inggris di Piala Dunia

Baca juga: Jeda taktis kiper akan dilarang di Piala Dunia 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala AFF U-19 2026: Malam Ini Indonesia Wajib Taklukkan Vietnam demi Tiket Semifinal
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Bantah Berkas Sudah P21, Kubu Roy Suryo Sebut Kasus Ijazah Jokowi Tak Layak Disidangkan
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Top Ekonomi Sepekan: Pencairan Gaji ke-13 dan Tunjangan PNS 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapolri Jenderal Sigit Ingin Jadi Aktivis Buruh Usai Pensiun
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pertama Kali dalam 7 Tahun, Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Minggu Depan
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.