Skuad Timnas Iran Sudah Kantongi Visa AS, Meski Sejumlah Staf Federasi Belum

katadata.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Pemain tim nasional Iran telah menerima visa untuk masuk ke Amerika Serikat (AS), menurut pejabat Gedung Putih pada Jumat (5/6) waktu AS. Namun, sejumlah staf federasi sepak bola Iran dilaporkan masih menunggu visa.

Pejabat tersebut menyampaikan informasi itu 10 hari sebelum laga perdana Iran di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengatakan visa belum diterbitkan.

"Para pemain telah menerima visa mereka," kata pejabat Gedung Putih dikutip dari Reuters, Jumat (5/6) waktu AS.

Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan beberapa pejabat federasi sepak bola Iran belum memperoleh visa. Mereka antara lain Direktur Eksekutif Mehdi Kharati dan Sekjen Federasi Sepak Bola Iran Hedayat Mombini. Direktur Media Mohsen Motamedkia juga termasuk yang belum mendapat visa.

Menurut Tasnim, staf yang belum memperoleh visa tetap akan berangkat ke Meksiko. Upaya pengurusan visa akan terus dilakukan selama mereka mendampingi tim.

Federasi Sepak Bola Iran menilai sikap Amerika Serikat bertentangan dengan aturan olahraga internasional. Organisasi itu menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke FIFA.

"Pemerintah AS membuat keputusan non-olahraga dan sepenuhnya politis," kata federasi dalam pernyataan. Mereka menilai penolakan visa terhadap sejumlah pejabat tim tidak dapat dibenarkan.

Federasi juga meminta FIFA turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Menurut mereka, FIFA berkewajiban memastikan visa bagi staf manajerial dan pendukung tim.

Piala Dunia 2026 diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen sepak bola terbesar dunia itu mulai bergulir pada Rabu pekan depan.

Perang Iran yang dimulai Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu memberi dimensi politik tambahan. Piala Dunia kini turut menjadi arena persaingan geopolitik kedua kubu.

Ini menjadi Piala Dunia pertama sejak 1930 yang mempertemukan negara tuan rumah dengan negara lawan perang. Situasi tersebut menambah sensitivitas penyelenggaraan turnamen.

Iran memindahkan markas tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Keputusan itu diambil menjelang turnamen karena persoalan visa dan pertimbangan politik.

Tim Iran dijadwalkan tiba di Tijuana pada Minggu dini hari. Dari sana, mereka akan menjalani persiapan menjelang pertandingan grup.

Iran akan menghadapi Selandia Baru pada laga pertama Grup G, 15 Juni. Pertandingan tersebut berlangsung di Los Angeles. Setelah itu, Iran dijadwalkan melawan Belgia dan Mesir.

Pasandideh mengatakan Amerika Serikat tidak pernah secara resmi menolak kehadiran tim Iran. Namun, pembatasan terhadap sejumlah anggota delegasi tetap menjadi perhatian.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menyatakan larangan bagi individu terkait Garda Revolusi Iran. Kebijakan itu disampaikan dalam sidang bersama anggota parlemen pada Selasa lalu.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, pernah ditolak masuk ke AS. Penolakan itu terjadi saat undian Piala Dunia di Washington pada Desember lalu. Taj diketahui merupakan mantan komandan Garda Revolusi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ambisi sunyi An Se-young untuk menjadi tak terkalahkan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Tukang Cilok Bunuh Rekan di Tangerang, Berdalih Karena Masalah Utang
• 12 jam laludetik.com
thumb
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang Kunjungan Xi Jinping, Korut Tegaskan Tetap Pertahankan Senjata Nuklir
• 17 jam laludetik.com
thumb
Lihat Timnas Indonesia Berpesta ke Gawang Oman, Media Thailand Beri Pujian: Levelnya Dunia
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.