Tel Aviv: Tentara Israel mengatakan bahwa seorang perwira dan seorang prajurit tewas selama serangan militer di Lebanon selatan.
“Kapten Shahar Gamla, 23 tahun, wakil komandan sebuah kompi di Unit Egoz dari Brigade Komando, meninggal karena luka yang diderita selama pertempuran di Lebanon selatan,” ujar pihak tentara Israel, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu 7 Juni 2026.
Militer mengatakan, Gamla terluka parah dalam serangan pesawat tak berawak beberapa hari sebelumnya di Lebanon selatan.
Tentara juga mengumumkan kematian Sersan Ohad Yaari, 21 tahun, seorang prajurit di Batalyon Shaked dari Brigade Givati.
Menurut pernyataan tersebut, Yaari tewas dalam penembakan yang tidak disengaja di Lebanon selatan.
Militer mengatakan keadaan seputar insiden tersebut sedang diselidiki.
Korban jiwa terbaru ini menjadikan jumlah tentara Israel yang tewas menjadi 30 orang sejak pecahnya konflik dengan Iran dan Lebanon pada 28 Februari, menurut angka militer.
Pengumuman itu disampaikan di tengah berlanjutnya serangan militer Israel di Lebanon meskipun ada gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang oleh Washington hingga awal Juli.
Israel terus melakukan serangan di Lebanon di tengah upaya diplomatik untuk menjaga gencatan senjata dan mencegah eskalasi baru.




