Debat Panas Tiyo Ardianto dan Jubir Gerindra soal Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN, Kompetensi Disoal

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto melawan argumen Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent soal penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.

Diketahui Nanik S Deyang menggantikan posisi Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN yang ditangkap bersama 2 bawahannya karena diduga korupsi program Makan Bergizi Gratis atau MBG. 

Tiyo mempertanyakan kapasitas dan kompetensi Nanik S Deyang serta sosok pemimpin BGN yang seharusnya mengutamakan kompetensi dalam hal pengelolaan gizi, bukan sekadar loyalitas terhadap Presiden Prabowo Subianto. 

BACA JUGA:Dadan Hindayana Cs Ditangkap Kejagung, Tiyo Ardianto Ungkit Lagi Istilah MBG Maling Berkedok Gizi

 "Kita sedang dihadapkan pada situasi di mana ada dua hal yang seharusnya menjadi pertimbangan, yaitu kompetensi dan moralitas. Namun di era Presiden Prabowo, yang terlihat justru bukan kompetensi dan bukan moralitas, melainkan loyalitas,” kata Tiyo saat adu argumen di Kompas TV. 

Tiyo mempertanyakan latar belakang atau background Nanik S Deyang yang merupakan jurnalis dan tidak pas sebagai Kepala BGN. 

“Kalau kita bicara soal kompetensi, apa sebenarnya kompetensinya? Beliau seorang jurnalis yang kebetulan berada di tim sukses. Kemudian pernah memiliki persoalan moral yang menjadi perhatian publik. Setelah itu karena loyal kepada Presiden Prabowo, beliau menjadi Kepala BKN dan hari ini terpilih memimpin BGN,” jelas Tiyo. 

BACA JUGA:Tiyo Ardianto Dicekal Unnes karena Birokrasi Kampus, Aliansi Mahasiswa Minta Maaf ke Sang Mantan Ketua BEM UGM

Lalu pernyataan Tiyo ditangkis oleh Astrio. 

“Jadi menurut Anda, kalau seorang wartawan gak kompenten?”

“Apa hubungan profesi jurnalis dengan pengelolaan gizi nasional? Silakan dijawab,” tegas Tiyo. 

"Maksud saya, jika seorang jurnalis memiliki kompetensi, apa masalahnya?” tanya Trio. 

“Apa hubungan antara profesi jurnalis dengan kebutuhan akan ahli gizi dalam sebuah badan gizi nasional?" tanya Tiyo Ardianto.

"Maaf, saya tidak sedang membahas latar belakang profesi. Yang dibutuhkan adalah keahlian dan kompetensi. Apa yang diperlukan untuk memenuhi standar yang dibutuhkan lembaga tersebut?" jawab Trio.

"Kompetensi tidak selalu harus berarti menjadi ahli di bidang itu. Yang dibutuhkan adalah kemampuan menjalankan program, memastikan program tepat sasaran, mengelola rantai pasok, serta mengelola tata kelola dan standar manajemen agar program berhasil,” ucapnya lagi.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puluhan Pasangan Terancam Gagal Nikah, Diduga Ditipu WO di Bandung hingga Rp 2,4 Miliar
• 21 menit lalurepublika.co.id
thumb
Alasan Daging Beku Tidak Boleh Langsung Dimasak
• 31 menit lalubeautynesia.id
thumb
Mensesneg Sebut Masalah Rupiah Bukan Sekadar Komunikasi, Ada Faktor Struktural
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rentetan Jasa Besar Ruben Onsu di Karier Sarwendah, Nanda Persada Kaget Lihat Perubahan Sikap Eks Personel Cherrybelle Itu
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Hanya 9% Warga RI Dengarkan Radio: Mayoritas Lansia, Jakarta Terbanyak
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.