REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Puluhan pasangan terancam gagal menikah setelah diduga menjadi korban penipuan oleh sebuah wedding organizer (WO) di Kabupaten Bandung.
Total kerugian para korban ditaksir mencapai Rp 2,4 miliar. Mereka telah melaporkan kasus tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat.
Baca Juga
Kritik Serangan AS ke Iran, Paus Leo XIV: Bukan Perang yang Adil
Teladan Rasulullah Hadapi Kenaikan Harga, Larang Penimbunan dan Manipulasi Pasar
Jamaah Haji Perempuan Lebih Banyak, Amirul Hajj Usulkan Tambah Toilet di Armuzna
Salah seorang korban, Sunsun, mengatakan kehadirannya bersama puluhan korban lainnya ke Polda Jawa Barat bertujuan melaporkan WO yang diduga melakukan penipuan. Ia menyebut sejumlah korban telah membuat grup WhatsApp untuk membahas persoalan tersebut.
"Ada laporan dari beberapa teman yang memang sudah terbukti dan sudah terjadi adanya penipuan terkait pelaksanaan pernikahan mereka yang tidak terlaksana karena tidak adanya pembayaran dari WO tersebut kepada vendor-vendor yang sudah dijanjikan," ujar dia, Sabtu (6/6/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sunsun mengaku akan menikah bersama pasangannya, Wulan, pada 21 Juni 2026. Sejumlah korban lainnya juga dijadwalkan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Namun, mereka mulai mencium adanya gelagat yang tidak baik.
"Beberapa calon pengantin juga sudah mengonfirmasi kepada vendor-vendor yang sebelumnya dijanjikan oleh wedding organizer, dan memang tidak ada pembayaran atau uang muka untuk tanggal-tanggal tersebut," katanya.