Media sosial, khususnya platform X, tengah ramai membicarakan eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim yang terjerat kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA).
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti sejumlah barang mewah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Silmy.
"Gendeng ini Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi yang kena KPK. Yang disita: 1. Mobil sport: 2 unit Porsche (warna merah & silver), 2. Motor gede: 10 unit roda dua, termasuk Harley Davidson, Ducati, Vespa, dan moge lainnya," tulisnya di akun X pribadnya, dikutip Minggu (7/6).
"3. Sepeda premium: 7 unit, termasuk merek Brompton, 4. Perhiasan: Koleksi emas dan logam mulia, 5. Uang tunai: Rupiah dan asing (USD, EUR, YEN, SGD), 6. Aset kripto: Saldo rekening digital yang ikut diamankan, 7. Tanah dan sertifikat: Dokumen kepemilikan properti," imbuhnya.
Seorang netizen dengan akun @Manti**** menanggapi cuitan tersebut dengan mengunggah laman Wikipedia Silmy yang mencatat perjalanan kariernya.
"Baca di wiki, menarik juga ini circle nya," ungkap netizen tersebut.
Melansir dari wikipedia, pada 2009, Silmy diminta bergabung ke Kementerian Pertahanan oleh Juwono Sudarsono dan Sjafrie Sjamsoeddin. Meski tidak berlatar belakang militer, ia mendapat kesempatan menempuh pendidikan pertahanan di luar negeri, mulai dari NATO School di Jerman hingga Harvard University dan Naval Postgraduate School di Amerika Serikat.
Baca Juga: Penggeledahan 6 Jam di Rumah Silmy Karim Berujung Penyitaan Belasan Kendaraan Mewah, Ini Daftarnya
Berbekal pendidikan itu, Silmy kemudian dikenal sebagai pakar manajemen pertahanan dan keamanan nasional.
Menanggapi unggahan netizen soal riwayat karier Silmy, Ardianto hanya menulis singkat “Circle ijo ya.”





