Nagan Raya: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mencatat sekitar 600 hektare lebih lahan sawah milik petani di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue, mengalami kekeringan akibat kemarau.
"Kekeringan yang terjadi di sejumlah desa di Nagan Raya akibat penurunan debit air yang signifikan pada saluran irigasi serta minim nya curah hujan bagi kawasan tadah hujan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, melansir Antara, Minggu, 7 Juni 2026.
Ada pun sebaran sawah yang saat ini mengalami kekeringan di Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Aceh tersebar di 11 desa/gampong diantaranya Desa Ujong Pasi (105 Ha), Alue Ie Mameh (80,25 Ha), Simpang Peut (76,5 Ha), Blang Muko (73 Ha), Blang Bintang (51,2 Ha).
Baca Juga :
20 Wilayah Masuk Musim Kemarau Bulan Juni 2026 Menurut BMKG, Cek DaftarnyaMarzuki mengatakan kedua desa tersebut termasuk ke dalam kategori lahan sawah tadah hujan, sehingga sangat rentan terhadap musim kemarau karena tidak memiliki sumber air alternatif yang memadai. Ia menjelaskan, kondisi ini menyebabkan tanaman padi milik warga mulai menunjukkan gejala layu, pertumbuhan terhambat, hingga berpotensi mengalami penurunan produksi secara drastis jika tidak segera ditangani.
?"Saluran irigasi saat ini mengalami penurunan debit air yang cukup parah sehingga kebutuhan air tanaman padi tidak terpenuhi. Kami terus memantau pergerakan dampaknya di lapangan agar bisa segera diambil tindakan penyelamatan," jelas Marzuki.
Sawah kekeringan. (ANTARA/HO-Dinas Pertanian dan Peternakan Nagan Raya)
Sebagai solusi mengatasi persoalan kekeringan ini, Distannak Kabupaten Nagan Raya telah melakukan sejumlah langkah d iantaranya melakukan pengaturan giliran air pada wilayah pemanfaatan irigasi yang persediaan airnya terbatas. Kemudian melakukan gotong-royong bersama masyarakat untuk membersihkan endapan atau hambatan di saluran irigasi, termasuk sudah mengusulkan bantuan pompa air serta pencarian sumber air alternatif (sumur bor dangkal).
?Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan optimalisasi pintu air dan pengecekan sepanjang jaringan irigasi untuk mencegah kebocoran air, serta melakukan pendataan secara berkala terhadap luas lahan yang terdampak. ?Pemerintah daerah berharap dengan adanya sinergi yang kuat antara petugas penyuluh lapangan (PPL), kelompok tani, dan instansi terkait, ancaman gagal panen massal di Kabupaten Nagan Raya dapat diminimalisasi dengan baik, demikian Marzuki.




