Wamendiktisaintek Dorong Politeknik Perkuat Kemandirian Teknologi dan Siapkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

pantau.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengajak perguruan tinggi politeknik memperkuat kemandirian teknologi nasional sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Fauzan menegaskan pendidikan tinggi terapan harus menjadi garda terdepan dalam menghasilkan talenta yang sesuai kebutuhan industri, mengikuti perkembangan teknologi, serta menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi memiliki posisi penting dalam melahirkan sumber daya manusia unggul dan menjadi tempat lahirnya berbagai solusi bagi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.

Penguatan pendidikan tinggi vokasi dinilai semakin mendesak di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia nasional yang masih dihadapkan pada persoalan pengangguran dan akses pendidikan tinggi.

Tantangan SDM dan Ketergantungan Teknologi Impor

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen, sementara Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi masih berada di angka 32,89 persen.

Data tersebut menunjukkan masih terbuka ruang yang besar untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Fauzan juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap teknologi impor.

Berdasarkan data BPS, impor mesin dan peralatan mekanis mencapai 10,75 miliar dolar AS sepanjang Januari hingga April 2025 dan menjadi salah satu komoditas nonmigas terbesar yang diimpor Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan tinggi terapan untuk meningkatkan kemampuan teknologi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Riset Kampus Harus Berdampak Nyata

Fauzan menegaskan kampus merupakan pusat lahirnya sumber daya manusia unggul dan berbagai riset terbaik bangsa.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong transformasi pendidikan tinggi agar hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata.

Ia menekankan riset harus mampu dimanfaatkan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta membantu masyarakat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menurut Fauzan, visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui investasi jangka panjang di bidang pendidikan, penguatan ilmu pengetahuan, serta pengembangan sains dan teknologi.

Selain kompetensi teknis, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter generasi muda melalui penanaman integritas, disiplin, dan etos kerja yang kuat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rachel/Febi petik pelajaran berharga dari semifinal Indonesia Open
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Kaget Silmy Karim Terjerat Korupsi, Said Didu Ungkap Informasi Mengejutkan
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cara Mengenali Orang yang Haus Validasi Dilihat dari Ucapannya
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kejuaraan Taekwondo Internasional di Kediri Diikuti 1.232 Atlet dari Delapan Provinsi
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Polisi Tangkap Pengedar Ganja di Padang, Sita 9 Kilogram Barang Bukti | SAPA PAGI
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.