Purbaya Bantah MBG dan Koperasi Desa Bebani Fiskal, Yakini Defisit Bisa Terjaga di Bawah 3 Persen

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan sejumlah analis yang menilai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program koperasi desa merah putih bisa menekan kondisi fiskal Indonesia.

Ia menjelaskan, kedua program tersebut dirancang secara fleksibel. Ia pun mengatakan disaat pemerintah melakukan efisiensi anggaran, maka program tersebut turut melakukan efisiensi.

BACA JUGA:Debat Panas Tiyo Ardianto dan Jubir Gerindra soal Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN, Kompetensi Disoal

"Itu kan program itu fleksibel, MBG kan fleksibel. Anda lihat sendiri kan, Presiden amat fleksibel, di mana ketika diperlukan efisiensi, efisiensi dilakukan," jelas Purbaya, Minggu, 7 Juni 2026.

Eks Ketua LPS ini mengungkapkan, dalam pertemuannya dengan lembaga pemeringkat kredit S&P Global Ratings, isu utama yang menjadi perhatian bukanlah program-program pemerintah, melainkan sentimen negatif yang berkembang di pasar.

"Waktu saya bertemu S&P terakhir, mereka sebetulnya tidak meributkan program-program itu. Yang dipertanyakan adalah sentimen negatif yang ada di market," kata dia.

Purbaya meyakinkan, meski dengan keberadaan MBG dan Koperasi Desa, defisit anggaran dapat dipertahankan di bawah batas 3 persen. 

BACA JUGA:Sony Sonjaya Siap Buka-bukaan, Ajukan Justice Collaborator Kasus Tata Kelola MBG

Bahkan, menurutnya  jika situasi mendesak terjadi seperti lonjakan harga minyak dunia, kondisi tersebut dipastikan tetap dapat dikendalikan sesuai kebutuhan.

"Jadi kan tadinya anggapannya MBG enggak fleksibel, yang lain enggak fleksibel. Saya kasih ke S&P, yang ini bisa di-adjust, yang ini bisa di-adjust. Jadi enggak usah takut tentang kondisi fiskal kita. Semuanya kita bisa lihat, kita bisa atur, kita bisa kendalikan," tuturnya. 

Purbaya membantah anggapan program MBG tidak fleksibel. Ia bahkan menegaskan kondisi fiskal masih tetap kuat di tengah risiko kenaikan harga minyak dunia, meski program MBG terus berjalan.

"Misalnya harganya minyak tinggi, itu bisa dikendalikan sesuai dengan yang dibutuhkan. Jadi kan tadinya anggapannya MBG enggak fleksibel, yang lain enggak fleksibel, Saya kasih ke S&P, yang ini bisa di-adjust, yang ini bisa di-adjust. Jadi enggak usah takut tentang kondisi fiskal kita. Semuanya kita bisa lihat, kita bisa atur, kita bisa kendalikan," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa: Isu P21 Kasus Ijazah Jokowi Cuma Digoreng Buzzer
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cara Mengembalikan Dana PT Syaftraco
• 2 jam laluptsyaftraco.co
thumb
GBK Bakal Dipadati Pengunjung Hari Ini, Ada Konser EXO, Raisa hingga Turnamen PUBG Mobile
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Kembali ke Toko Buku, Lalu Menemukan Cerita
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Orang Tanpa Daging di Wajah: 3 Tanda Orang Terhina Menurut Rasulullah
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.