PNM Ungkap Cara Efektif Jauhkan Masyarakat dari Rentenir, Tingkatkan Pendapatan dan Pemberdayaan Nasabah

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bagi sebagian pengusaha ultra mikro, kebutuhan modal sering datang di waktu yang tidak bisa ditunda. Ada bahan baku yang harus dibeli, pesanan yang perlu dipenuhi, anak yang harus sekolah, atau kebutuhan rumah tangga yang mendesak.

Dalam situasi seperti itu, layanan pinjaman yang terlihat cepat dan mudah kerap menjadi pilihan pertama. Namun, di balik kemudahan tersebut, tidak sedikit masyarakat yang kemudian menghadapi beban baru karena pola pembayaran yang tidak ringan serta kewajiban yang terus membayangi dan dapat mengganggu keberlangsungan usaha.

Baca Juga :
Demi Sekolah Anak dan Rumah yang Lebih Layak, Intip Kisah Ragaia Terus Melangkah dari Pesisir Sorong Papua Barat
Bangun Budaya Kerja Apresiatif, PNM Gelar Excellence Awards 2026

Fenomena rentenir dan praktik pinjaman informal masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Bagi kelompok masyarakat yang belum bankable, keterbatasan dokumen, agunan, skala usaha, hingga literasi keuangan sering kali menjadi penghalang untuk mendapatkan pembiayaan yang aman dan terarah.

Akibatnya, pilihan yang dianggap cepat di awal justru dapat berubah menjadi persoalan yang menghambat perkembangan usaha.

Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar hadir sebagai akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro. PNM Mekaar memberikan layanan pembiayaan tanpa agunan, berbasis kelompok, serta didampingi melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).

Lebih dari sekadar modal, PNM juga menghadirkan pemberdayaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan kapasitas usaha.

PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan dengan jaringan layanan yang menjangkau 58 kantor cabang dan 6.165 kecamatan di Indonesia. Sepanjang 2025, PNM juga telah melaksanakan pelatihan sebanyak 52.394 kali dengan jumlah peserta mencapai 1.853.170 orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui proses pendampingan yang terus berjalan di tengah masyarakat.

Bagi nasabah, kehadiran PNM Mekaar menjadi ruang untuk belajar mengelola usaha sekaligus membangun kemandirian. Pertemuan kelompok tidak hanya menjadi tempat membayar angsuran, tetapi juga menjadi ruang saling mengingatkan, saling belajar, dan saling menjaga agar usaha tetap berjalan.

Di sana, modal finansial bertemu dengan modal sosial. Ibu-ibu pengusaha tidak berjalan sendiri karena ada pendampingan dan komunitas yang ikut menopang perjalanan mereka.

Baca Juga :
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan
RE3 For-E PNM Menggerakkan Rantai Manfaat bagi Nasabah Laundry, Bukan Hanya Mengurangi Limbah Pakaian
Perempuan Ini Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Jadi Andalan Transaksi Warga melalui BRILink Agen

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik Timteng Picu Krisis Pupuk, Produksi Gandum Australia Anjlok
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapolri Listyo Sigit Ingin Jadi Aktivis Setelah Pensiun: Nanti Gantian Saya Demo
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
BRILink Jadi Penjaga Kedaulatan Rupiah di Seko
• 2 menit laluharianfajar
thumb
Taylor Swift dan Beyoncé Masuk Daftar Forbes Iconoclast 50 Tahun 2026
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menjaga Alam Lewat Kebersamaan, Ribuan Pohon Ditanam di Babakan Madang
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.