BRI Catat 16,46 Juta UMKM Manfaatkan LinkUMKM untuk Perluas Pasar dan Tingkatkan Daya Saing

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengungkapkan sebanyak 16,46 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah memanfaatkan platform LinkUMKM hingga April 2026 untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kemampuan usaha, dan mendorong percepatan UMKM naik kelas.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan LinkUMKM hadir untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam memperoleh akses informasi pasar, peningkatan kemampuan administrasi, serta pengelolaan usaha yang lebih baik.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya BRI memperkuat ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam membangun ekonomi mandiri dan memperkuat sektor UMKM nasional.

Melalui platform digital tersebut, pelaku usaha dapat mengikuti berbagai pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan bisnis masing-masing.

Hadirkan Enam Fitur Utama untuk Pengembangan UMKM

Akhmad menjelaskan LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, mulai dari keterbatasan akses informasi hingga minimnya pelatihan dan pendampingan usaha.

"Di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya. Pelaku usaha tentunya sangat terbantu dalam pengelolaan bisnis untuk berkembang," ungkapnya.

Saat ini LinkUMKM memiliki enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Fitur UMKM Smart menjadi salah satu layanan unggulan yang memberikan rekomendasi pengembangan usaha berdasarkan hasil penilaian mandiri yang dilakukan pelaku usaha.

Sediakan Lebih dari 690 Modul Pelatihan

LinkUMKM juga menyediakan fitur Self-Assessment Naik Kelas yang memungkinkan pelaku usaha mengidentifikasi kapasitas bisnis melalui sistem skoring digital.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pengguna akan memperoleh rekomendasi pelatihan yang disesuaikan dengan kategori usaha, mulai dari UMKM tradisional, UMKM berkembang, hingga UMKM modern.

Untuk mendukung proses pembelajaran, platform tersebut menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan yang mencakup kompetensi teknis, kompetensi nonteknis, pengelolaan bisnis profesional, serta pengembangan usaha berkelanjutan.

"Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya. Dengan pendekatan digital ini, setiap pengusaha bisa belajar dan berkembang sesuai kapasitasnya," ujar Akhmad.

Ke depan, BRI akan terus memperluas dukungan bagi pelaku UMKM melalui akses pembelajaran, pendampingan usaha, perluasan akses pasar, dan penguatan ekosistem digital yang terintegrasi.

BRI menegaskan komitmennya untuk mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perubahan, lebih kompetitif, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Kedelai di Cianjur Masih Naik, Puluhan Pengusaha Tahu Terpaksa Hentikan Produksi
• 6 jam lalupantau.com
thumb
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Gejolak Ekonomi Dunia: Dari Gangguan Minyak hingga Optimisme Teknologi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kepala BGN Janji Efisiensi, Celios: Skema MBG Perlu Diubah, Fokus ke Individu dan Daerah Kurang Gizi
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.