JAKARTA, DISWAY.ID – Ratusan drone Ukraina serang St. Petersburg yang merupakan bentuk balasan serangan Rusia ke Kyiv sehari sebelumnya.
Pihak Rusia mengatakan jika serangan Ukraina kali ini berbeda dari sebelumnya, dan serangan ratusan drone ke St. Petersburg merupakan kali pertama sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Alexander Beglov selaku Gubernur St. Petersburg menyampaikan jika pihaknya meminta agar warga tetap berada di dalam rumah akibat serangan lebih dari 140 drone Ukaraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa pasukannya telah menyerang gudang senjata Rusia dan pangkalan angkatan laut, di mana serangan ini sebagai balasan dari serangan Rusia.
BACA JUGA:Rusia Balaskan Kematian 21 Siswa di Luhansk oleh Ukraina, Drone serta Rudal Hujani Kyiv dan Dnipro
Zelensky mengatakan bahwa drone telah menempuh jarak 1.000 km ke St. Petersburg yang merupakan kota terbesar kedua di Rusia.
Menruutnya serangan ini menargetkan gudang senjata angkatan laut Rusia dan pangkalan di Kronstadt yang merupakan pos terdepan utama Armada Baltik Angkatan Laut Rusia.
Selain itu, Ukraina juga menyasar depot minyak yang berjarak 500 km di wilayah Krasnodar.
"Kami terbang di Rusia seolah-olah itu wilayah kami sendiri. Hampir tidak ada perlawanan, tidak sulit untuk mencapai target," kata Yevhen Karas selaku komandan resimen ke-413 Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina.
Sedangkan pihak Rusia melalui pihak Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan unit pertahanan udara negara itu telah menembak jatuh atau mencegat 339 drone Ukraina di sejumlah wilayah Rusia sejak pukul 07:00 waktu setempat (04:00 GMT) pada hari Sabtu.
BACA JUGA:Duel Udara Memanas, Sukhoi Su-35 Rusia Diklaim Lumpuhkan F-16 Ukraina
Drone dan Rudal Rusia Hantam KyivBeberap hari lalu drone dan rudal Rusia hantam Kyiv yang menyababkan sedikitnya 22 warga sipil tewas dan melukai 138 lainnya pada Selasa lalu.
Serangan ini merupakan dampak dari peningkatan ekskalasi serangan yang dilancarkan oleh Putin ke Ukraina dengan semakin berkurangan sistem pertahanan udara dari Amerika.
Tim penyelamat darurat yang menggali reruntuhan gedung apartemen menemukan jenazah seorang anak berusia 3 tahun serta seorang wanita dan putranya yang berusia 8 tahun di kota Dnipro, Ukraina tengah.
Serangan itu berlangsung hingga subuh, dengan ledakan yang menggema di seluruh kota, di mana para pejabat terkait mengatakan 16 orang tewas di Dnipro dan enam di Kyiv.
- 1
- 2
- »





