JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Amirul Hajj, Ilfi Nurdiana, menyampaikan 10 poin rekomendasi untuk peningkatan layanan haji ke depan.
Sepuluh poin rekomendasi tersebut meliputi peningkatan layanan di Mina hingga jarak hotel yang lebih dekat.
Ilfi memerinci, pertama, peningkatan layanan di Mina.
Peningkatan layanan ini khususnya terkait kapasitas tenda dan penyediaan ruang privasi bagi jemaah perempuan agar tetap dapat menjaga aurat dengan nyaman.
Kedua, peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pra dan pasca-Armuzna.
Baca juga: Kuota Haji Terserap 99,6 Persen, 30.500 Jemaah Sudah Kembali ke Indonesia
"Perlu ada penegasan kepada syarikah penyedia transportasi agar bus datang lebih awal. Syarikah yang terlambat juga perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya,” kata Ilfi dalam Exit Meeting Amirul Hajj 2026 bersama Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, di Kantor Urusan Haji Jeddah, dikutip dari siaran pers, Minggu (7/6/2026).
Ketiga, percepatan operasional bus selawat pasca-Armuzna dengan dasar persetujuan dari Kerajaan Arab Saudi agar jemaah dapat melaksanakan tawaf ifadah dan tawaf wada dengan lebih lancar.
Keempat, efisiensi layanan berbasis kedekatan hotel dengan Masjidil Haram.
"Kami menilai, meskipun biaya hotel lebih tinggi, penempatan hotel yang dekat dengan Haram dapat mengurangi kebutuhan transportasi dan meningkatkan kenyamanan jemaah,” tutur Ilfi.
Kelima, peningkatan pemanfaatan produk dalam negeri dalam layanan katering jemaah, baik melalui dapur milik Indonesia maupun bahan makanan yang diimpor dari Indonesia.
Keenam, peningkatan pelatihan bagi petugas kloter dan petugas daerah agar kualitas layanan di lapangan semakin seragam dan sesuai standar.
Baca juga: Kepulangan Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Tegur Maskapai Karena Delay
Ketujuh, penguatan standar layanan petugas sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk penambahan jumlah pembimbing ibadah laki-laki agar layanan tetap berjalan ketika petugas perempuan berhalangan.
“Poin delapan, penguatan diplomasi layanan kesehatan dan akomodasi Armuzna, terutama peningkatan fasilitas tenda, penambahan jumlah toilet bagi perempuan dan lansia, serta izin safari wukuf bagi jemaah yang sakit parah,” tambah dia.
Kesembilan, penguatan layanan haji ramah lingkungan, khususnya di kawasan Armuzna, dengan mengurangi sampah plastik melalui penyediaan tumbler dan dispenser air minum.
Sementara terakhir, perlu layanan jasa dorong yang terintegrasi, nyaman, dan aman bagi lansia dan jemaah risiko tinggi, sehingga tidak terjadi fluktuasi harga.





