Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia

okezone.com
11 jam lalu
Cover Berita

BEIJING - Krisis demografis China tahun ini masuk semakin dalam ke fase yang lebih rapuh ketika Beijing meluncurkan inisiatif perawatan lansia nasional baru. Inisiatif ini tidak bergantung pada perluasan layanan kesejahteraan profesional, tetapi mendorong para pensiunan muda untuk merawat warga tertua di negara itu.

Dipresentasikan oleh otoritas China sebagai solusi berbasis komunitas yang inovatif, program yang disebut "perawatan lansia saling membantu" ini dengan cepat menuai kritik dari para analis dan pengamat kebijakan sosial yang berpendapat bahwa inisiatif tersebut mencerminkan tekanan keuangan yang meningkat dan kelemahan struktural di dalam sistem kesejahteraan China yang menua.

Kerangka kebijakan, yang diperkenalkan bersama pada akhir April oleh Kementerian Urusan Sipil China dan 10 departemen negara lainnya, mengusulkan jaringan pusat dukungan berbasis komunitas nasional di mana para pensiunan yang relatif sehat berusia 60-an akan membantu warga lanjut usia dengan perawatan harian dasar dan dukungan sosial.

Baca Juga :
Tingkat Fertilitas Dunia Turun ke Tingkat Terendah, PBB Peringatkan Krisis Populasi

Dilansir Hamrakura, Sabtu, (6/6/2026), menurut rencana resmi yang dipublikasikan melalui media pemerintah, Beijing bertujuan untuk membangun fasilitas perawatan lansia berbasis saling bantu di 70 persen komunitas perkotaan dan pedesaan pada tahun 2030, sebelum menciptakan sistem nasional yang lebih terinstitusionalisasi pada tahun 2035.

Namun di balik bahasa solidaritas komunitas terdapat realitas yang jauh lebih serius. China menghadapi salah satu transisi demografis tercepat di dunia, dengan angka kelahiran yang menurun, populasi yang menua dengan cepat, kesenjangan pensiun yang semakin lebar, dan tekanan yang meningkat pada keuangan pemerintah daerah.

Bagi banyak pengamat, kebijakan baru ini tampak kurang seperti perluasan kesejahteraan dan lebih seperti upaya untuk mengalihkan tanggung jawab perawatan lansia dari negara ke komunitas yang sudah terbebani.

Baca Juga :
Negaranya Krisis Populasi, Pria Jepang Ini Ingin Punya 54 Anak dan Jadi Dewa Pernikahan

Titik Balik Demografi China

Skala penuaan populasi di China tercermin dalam data resmi terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional. Hingga akhir tahun 2025, populasi warga berusia 60 tahun ke atas di China telah mencapai sekitar 323 juta jiwa, atau setara dengan 23 persen dari total populasi keseluruhan.

Pada periode yang sama, angka kelahiran mencatat 7,92 juta kelahiran, dengan tingkat pertumbuhan penduduk alami yang tetap berada di zona negatif.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern China, warga negara berusia 65 tahun ke atas menyumbang bagian yang lebih besar dari populasi dibandingkan anak-anak berusia 14 tahun ke bawah. Angka-angka tersebut mencerminkan pembalikan demografi yang mendalam dan mengkhawatirkan.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luciano Leandro Yakin Timnas Indonesia Berada di Jalur Tepat Menuju Piala Dunia 2030
• 5 jam lalubola.com
thumb
Pulang Haji, Jemaah Asal Gowa Tampil Glamor dengan Busana Berkilau
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dugaan Penipuan WO di Majalaya: Kerugian Capai Rp 2,4 M, Polisi Selidiki
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Biasa Dibentengi Jay Idzes, Ini Kata Emil Audero soal Elkan Baggott Usai Indonesia Libas Oman
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Soal Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini 10 Menteri yang Berpotensi Dievaluasi Menurut Pakar
• 16 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.