Aksi protes yang menuntut Presiden Bolivia Rodrigo Paz mundur berujung bentrok dengan aparat keamanan di wilayah timur negara tersebut pada Sabtu (6/6).
Kerusuhan terjadi saat polisi berusaha membubarkan blokade jalan yang dilakukan para pekerja pedesaan, di tengah gelombang demonstrasi yang telah melumpuhkan Bolivia selama sekitar satu bulan terakhir.
Dilansir AFP, bentrokan pecah di Kota San Julian, wilayah Santa Cruz, yang merupakan salah satu pusat produksi pangan utama Bolivia.
Puluhan polisi antihuru-hara yang didukung kendaraan militer menembakkan gas air mata untuk membuka akses jalan yang diblokir demonstran.
Para pengunjuk rasa membalas dengan melempar batu dan membakar ban guna menghalangi laju aparat.
Polisi dan Warga Sipil TerlukaKepala Kepolisian Santa Cruz, Kolonel David Gomez, mengatakan enam polisi terluka dalam bentrokan tersebut.
Empat di antaranya mengalami luka akibat tembakan senjata api, sehingga pasukan keamanan akhirnya menarik diri dari lokasi.
Kantor Ombudsman Bolivia melaporkan sedikitnya 14 warga sipil juga mengalami luka-luka, sebagaimana diberitakan Reuters.
Meski aparat sempat membuka sebagian ruas jalan, para demonstran kembali memasang blokade tidak lama kemudian.
Menurut AFP, sekitar 100 titik blokade tersebar di berbagai wilayah Bolivia dan menyebabkan terganggunya distribusi barang penting.
Akibatnya, sejumlah kota besar mulai mengalami kelangkaan pasokan pangan dan obat-obatan.
Sehari sebelumnya, polisi dan tentara juga membubarkan blokade di jalur utama yang menghubungkan ibu kota administratif La Paz dengan kawasan pertanian.
Sekilas Polemik Rodrigo PazRodrigo Paz Pereira, yang mulai menjabat pada November 2025, sebelumnya berjanji mengatasi krisis ekonomi terburuk yang dialami Bolivia dalam beberapa dekade.
Namun, kebijakan ekonominya yang tidak populer serta dinilai gagal menjawab tuntutan masyarakat memicu kemarahan publik dan mendorong gelombang protes.
Paz berulang kali mengajak demonstran berdialog untuk mencari jalan keluar.
Meski demikian, pada Rabu (3/6) lalu ia mengumumkan rancangan undang-undang status darurat yang memungkinkan pengerahan militer untuk membubarkan blokade jalan.
Rancangan tersebut kini masih dibahas oleh Kongres Bolivia.
Persediaan kebutuhan pokok dilaporkan mulai menipis di La Paz, El Alto, Cochabamba, Oruro, dan Potosi akibat terganggunya jalur distribusi.
Pemerintah Bolivia menuding mantan presiden Evo Morales berada di balik aksi-aksi protes tersebut.
Sementara itu, Morales saat ini dilaporkan AFP bersembunyi dari proses hukum terkait tuduhan hubungan dengan seorang remaja yang diduga melahirkan anak darinya.
Di tengah krisis yang terus berlangsung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (5/6) menyatakan dukungan penuh kepada Paz melalui aliansi regional anti-kartel Shield of the Americas, yang juga melibatkan sejumlah pemerintahan pro-AS di Amerika Latin.





