Grid.ID - Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur baru-baru ini menggemparkan warga. Bagaimana tidak, satu korban melayang akibat kasus tersebut.
Adapun terduga pelaku adalah JL (50). Ia diduga kuat melakukan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis celurit terhadap adik iparnya sendiri, SF (40), hingga korban meninggal dunia.
Peristiwa ini terjadi di halaman rumah mereka di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Rabu (3/6/2026) malam. Setelah melakukan tindakan tersebut, pelaku kabur hingga kini masih menjadi buronan polisi.
Lantas bagaimana kronologi kakak bunuh adik ipar di Bangkalan? Simak penjelasannya.
Kronologi Kakak Bunuh Adik Ipar di Bangkalan
Seorang kakak JL diduga tega menganiaya dan membunuh adik iparnya SF di halaman rumah. Melansir TribunMadura.com, peristiwa kakak bunuh adik ipar ini terjadi Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Rabu (3/6/2026) malam.
SF meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Syamrabu akibat luka serius di perut kirinya. Ia diduga disabet menggunakan celurit oleh kakak iparnya, JL. Mengetahui hal itu, istri korban menangis histeris.
"Pria yang meninggal itu adik ipar, sementara pria yang kabur (pelaku) adalah kakak iparnya. Jadi isteri dari keduanya merupakan saudara kandung," ungkap seorang pria yang beberapa berupaya menenangkan isteri korban.
Adapun kabar ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi. Hafid menyebut pelaku nekat kabur dan kini sedang dalam kejaran polisi.
"Sejauh ini masih dalam proses pencarian. Kalau keterangan dari beberapa saudaranya, (pelaku dan korban) beberapa kali sempat ribut," ungkap Hafid saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, kejadian ini bermula saat keduanya cekcok masalah kandang ayam. Diketahui, korban SF dan terduga pelaku JL selama ini tinggal bersama dalam satu rumah. Namun, JL lebih banyak menghabiskan kesehariannya bekerja di Surabaya dan kerap bolak-balik ke Bangkalan.
"Dugaan sementara, perkara penganiayaan di halaman rumah korban dipicu karena persoalan kandang ayam," ujar perwakilan kerabat yang enggan disebutkan namanya saat berada di rumah sakit.
Menurut Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung, petaka itu bermula ketika JL baru saja tiba dari Surabaya sekitar pukul 19.30 WIB. Keduanya sempat berjabat tangan hingga pelaku mendadak mengeluarkan celurit.
"Pelaku sempat berjabat tangan dengan korban. Namun tidak berselang lama, pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis celurit yang diayunkan ke tubuh mengenai bagian perut korban," kata Agung, Kamis.
Pelaki lantas mengayunkan senjata tajam itu ke arah adik iparnya. Setelah korban tersungkur bersimbah darah, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
"Setelah itu, pelaku melarikan diri. Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," tambah Agung.
SF sempat dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syamrabu Bangkalan. Namun, ia mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat pendarahan hebat.
Jasad korban kemudian dipindahkan ke Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu sekitar pukul 22.00 WIB guna menjalani proses otopsi.
Dokter Spesialis Forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Edy Suharta, mengungkapkan bahwa kematian korban disebabkan oleh satu luka sabetan senjata tajam yang sangat fatal di bagian perut.
"Luka luarnya hanya satu yang di perut sebelah kiri. Kemudian hasil autopsi, cuma ada robekan pada usus halus. Itu yang menjadi penyebab kematian, tidak ada luka lain. Satu luka tetapi lebar. Kalau melihat dari lukanya, sabetan senjata tajam dari arah depan," terang dr Edy secara singkat.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satreskrim Polres Bangkalan masih menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat pelarian pelaku JL demi mempertanggungjawabkan kasus pembunuhan di Madura tersebut. Demikianlah kronologi kakak bunuh adik ipar di Bangkalan. (*)
Artikel Asli




